Fraksi Partai Demokrat Tekankan Efisiensi dan Transparansi APBN 2026

Anggota Komisi III DPR RI, Andi Muzakkir Aqil

Jakarta, PR Politik – Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI menyampaikan pandangannya terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dalam Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (19/8/2025). Pandangan fraksi tersebut dibacakan oleh Andi Muzakkir Aqil yang menekankan pentingnya pengelolaan APBN secara efisien, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

“APBN bukan sekadar deretan angka, tetapi pondasi untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang berdaulat, adil, makmur, dan digdaya,” ujar Andi Muzakkir.

Terkait target pertumbuhan ekonomi 5,4% pada tahun 2026, FPD DPR RI menilai hal itu realistis dicapai melalui penguatan investasi swasta dan penciptaan iklim investasi yang sehat, ditopang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Sementara itu, target inflasi 2,5% dianggap memungkinkan dicapai, asalkan kebijakan pangan dan distribusi tetap menjadi prioritas utama. Untuk asumsi nilai tukar Rp16.500 per dolar AS, FPD menegaskan perlunya optimalisasi devisa hasil ekspor agar stabilitas tetap terjaga.

Fraksi Demokrat juga memberikan apresiasi terhadap alokasi subsidi energi sebesar Rp402,4 triliun serta program makan bergizi gratis Rp335 triliun. Menurutnya, kedua program besar ini harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program besar ini harus benar-benar hadir untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat,” tambah Anggota Parlemen Dapil Sulsel II tersebut.

Dalam hal belanja negara yang mencapai Rp3.786,5 triliun, FPD menekankan perlunya pengelolaan yang merata dan berkeadilan di seluruh wilayah. Belanja modal dan transfer ke daerah diarahkan untuk memperkuat pembangunan daerah sekaligus menjaga keseimbangan antarwilayah. Selain itu, dengan anggaran pendidikan Rp757,8 triliun dan kesehatan Rp244 triliun, Demokrat meminta agar alokasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas guru, riset, serta layanan kesehatan dasar hingga pelosok negeri.

Baca Juga:  Safaruddin Dorong Penyempurnaan KUHAP Sesuai Perkembangan Zaman

Dari sisi pembiayaan, FPD menilai pentingnya memperkuat inovasi instrumen keuangan seperti green bond, diaspora bond, dan blended finance demi mendukung keberlanjutan fiskal. Selain itu, tata kelola BUMN melalui Danantara sebagai holding aset juga perlu dilakukan secara transparan, akuntabel, dan profesional agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Menutup pandangan fraksinya, Demokrat menegaskan komitmen untuk terus mengawal kebijakan fiskal yang berpihak pada rakyat sekaligus mendukung program asta cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.

Demokrat juga memastikan akan terus berjuang bersama pemerintah untuk melanjutkan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari cita-cita besar bangsa.

Sumber: fraksidemokrat.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru