Atalia Praratya Dorong Pemerataan Bantuan bagi Pondok Pesantren dan Guru Ngaji

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Atalia Praratya | Foto: DPR RI (dok)

Bandung, PR Politik – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Atalia Praratya, menerima sejumlah keluhan dari para guru ngaji dan pengelola pondok pesantren di Kota Bandung terkait ketimpangan distribusi bantuan pendidikan dari pemerintah. Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) di Jalan Sukamiskin, Kamis (5/6/2025).

Menurut Atalia, para guru dan pengelola pondok pesantren menilai masih terjadi kesenjangan dalam penyaluran bantuan pendidikan, baik dari Kementerian Agama (Kemenag) maupun Kemendikbudristek.

“Mereka melihat bagaimana kesenjangan terkait dengan bantuan kepada sekolah dan siswa yang berada di bawah Kemenag dan Kemendikdasmen,” jelas Atalia.

Ia juga menyoroti rendahnya insentif yang diterima para guru madrasah dan guru ngaji. Disebutkan, saat ini insentif yang diterima hanya sekitar Rp300 ribu per bulan.

“Nah, ini kan terlihat jomplangnya ya, sehingga mereka berharap ada perhatian, karena mereka juga sama-sama berjuang untuk pendidikan anak Indonesia,” ujarnya.

Atalia mendorong Kemenag untuk melakukan pemerataan dalam penyaluran bantuan kepada pondok pesantren, guru ngaji, dan siswa yang menimba ilmu di lembaga pendidikan keagamaan. Menurutnya, praktik diskriminatif dan anggapan bahwa hanya pihak-pihak dekat dengan Kemenag atau anggota dewan yang mendapatkan bantuan harus dihentikan.

“Bantuan dari Kemenag itu banyak, tapi dulu itu ada anggapan tidak adil, tidak merata. Hanya orang-orang yang dekat dengan misalkan anggota Dewan mereka akan dapat bantuan,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini para pengelola sangat berharap dukungan nyata dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah provinsi, termasuk melalui mekanisme hibah.

“Dengan kehadiran saya dan mitra paling dekat dengan Kemenag, tentu bisa mendampingi program-program yang sudah ada sehingga betul-betul bisa dirasakan,” pungkas Atalia.

Baca Juga:  Fathi Tekankan Pengawasan Ketat Penyaluran Subsidi Listrik agar Tepat Sasaran

Langkah ini, menurut Atalia, penting demi mewujudkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan keagamaan yang lebih adil serta menyeluruh bagi semua lapisan masyarakat.

 

Sumber: kabargolkar.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru