Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar, menyatakan dukungannya terhadap langkah PT Pertamina (Persero) dalam melakukan penyederhanaan dan perampingan (streamlining) struktur perusahaan, khususnya pada level sub-holding. Kebijakan ini dinilai penting untuk mewujudkan korporasi yang lebih sehat dan efisien.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran Direksi Pertamina di Senayan, Rabu (11/2), Nasril menyoroti besarnya jumlah entitas yang berada di bawah naungan perusahaan energi pelat merah tersebut yang mencapai ratusan unit usaha.
“Kami memberikan selamat kepada Pertamina terhadap streamlining yang dilakukan. Dalam catatan kami, kurang lebih ada 250 anak dan cucu perusahaan yang ada di Pertamina. Semoga ini bisa terampingkan ke depan,” ujar Nasril Bahar.
Politisi dari daerah pemilihan Sumatera Utara itu menegaskan, tujuan utama perampingan bukan sekadar mengecilkan struktur organisasi, tetapi membangun budaya korporasi yang menempatkan efisiensi sebagai prioritas. Menurutnya, struktur yang terlalu gemuk kerap menghambat kelincahan perusahaan dalam memberikan kontribusi optimal kepada negara.
“Harapan negara adalah Pertamina bisa memberikan dividen dan sumbangsih yang lebih besar kepada bangsa. Hal itu hanya bisa dicapai jika efisiensi menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Selain itu, Nasril juga mengingatkan agar proses streamlining dibarengi peningkatan profesionalisme di sektor hilir (downstream). Ia berharap struktur baru yang lebih ramping mampu lebih fokus menangani persoalan krusial, seperti kebocoran distribusi solar bersubsidi serta praktik pengoplosan LPG 3 kg ke 12 kg.
“Dua catatan tersebut (solar dan LPG) merupakan bagian terdepan yang kami harapkan dari sub-holding downstream. Kami memberikan dukungan penuh agar profesionalisme dikedepankan dan hubungan business to business tetap terjaga secara sehat,” tambahnya.
Di sela pembahasan korporasi, Nasril turut mengapresiasi kerja keras personel Pertamina di lapangan, khususnya dalam penanganan bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ia memuji dedikasi tim MOR I yang tetap memastikan pasokan energi aman meski berada dalam situasi sulit pascabencana.
Dengan dukungan Komisi VI DPR RI tersebut, Pertamina diharapkan mampu melanjutkan transformasi organisasinya menuju perusahaan energi kelas dunia yang semakin efisien dan transparan.















