Ahmad Sahroni Desak Polisi Tangkap Dokter Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual di Garut

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak Kepolisian segera bertindak tegas menangkap dokter yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasien di sebuah klinik di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ia menilai, bukti yang beredar sudah cukup kuat untuk langsung dilakukan penangkapan.

“Polisi Garut harus merespons ini secara cepat, enggak usah penyelidikan. Ngapain? Wong di depan mata kelihatan, kok,” tegas Sahroni pada Selasa (16/4/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Sahroni menyusul tersebarnya rekaman CCTV yang menunjukkan dugaan pelecehan seksual oleh seorang dokter kandungan saat memeriksa pasien dengan alat ultrasonografi (USG). Dalam video itu, tindakan sang dokter menuai kecaman luas dari publik.

“Bagaimana caranya (memroses hukum terduga pelaku)? Itu yang tahu Polres Garut, penegakan aturan hukumnya Polres Garut yang tahu,” ujar Sahroni.

Politisi Partai NasDem itu menegaskan bahwa proses penyelidikan lebih lanjut tidak diperlukan karena bukti sudah sangat jelas melalui rekaman video yang beredar luas.

“Mestinya sih sama, tidak perlu lagi penyelidikan, orang jelas di depan mata kok,” imbuhnya.

Tak hanya mendesak penangkapan, Sahroni juga memberikan ultimatum keras kepada aparat kepolisian setempat. Ia meminta agar Kapolres Garut diganti jika dalam waktu satu hari tidak ada tindakan konkret terkait penangkapan dokter terduga pelaku.

“Kalau dia lambat 1×24 jam ini dokter tidak ketangkap, saya minta Kapolri, Kapolres Garut ganti,” tegas Sahroni lagi.

Sementara itu, Polres Garut dan Polda Jawa Barat menyatakan bahwa mereka tengah mendalami kasus tersebut. Sebuah tim khusus telah dibentuk untuk menyelidiki lebih lanjut, dan pihak klinik tempat kejadian berlangsung juga telah dimintai keterangan sebagai saksi.

 

Sumber: fraksinasdem.org

Baca Juga:  Slamet Ariyadi: Petani Adalah Tulang Punggung Bangsa, Negara Wajib Beri Perlindungan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru