Anggota Komisi I DPR RI Idrus Al Jufri Dorong Penguatan Kerja Sama Digitalisasi dan Pendidikan dengan Belanda

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Al Jufri bertemu Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (11/02/2025).

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Al Jufri, menekankan pentingnya penguatan kerja sama digitalisasi dan pendidikan antara Indonesia dan Belanda. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan dengan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (11/2/2025).

Habib Idrus menyoroti potensi besar Indonesia di sektor digital, mengingat jumlah penduduk yang mencapai 277 juta dan 204 juta pengguna internet. Namun, ia juga mengakui adanya tantangan seperti regulasi, keamanan siber, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi.

“Dengan lebih dari 277 juta penduduk dan 204 juta pengguna internet, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat digital di Asia Tenggara. Namun, masih terdapat kendala seperti keamanan data, kurangnya investasi di sektor digital, serta keterbatasan talenta di bidang teknologi informasi,” ujar Habib Idrus.

Ia mencatat bahwa sepanjang tahun 2024, lebih dari 1,6 juta serangan siber terdeteksi di Indonesia, yang mengancam sektor pemerintahan, keuangan, dan bisnis digital. Dalam hal ini, Belanda dianggap sebagai mitra potensial karena memiliki ekosistem digital yang maju, regulasi perlindungan data yang ketat, serta keunggulan dalam teknologi AI, cloud computing, dan keamanan siber.

“Belanda adalah salah satu negara dengan ekosistem digital paling maju di Eropa. Jika Indonesia ingin mempercepat transformasi digital dan memastikan keamanan siber yang kuat, kita perlu belajar dan menjalin kemitraan lebih erat dengan Belanda,” tambahnya.

Habib Idrus juga mendorong peningkatan investasi Belanda di sektor digital Indonesia, terutama dalam pembangunan pusat data, pengembangan teknologi AI, dan keamanan siber. Ia berharap Belanda dapat memperluas kemitraan melalui program inkubasi startup teknologi, transfer teknologi, serta pelatihan tenaga kerja di bidang digital.

Baca Juga:  Obet Rumbruren Soroti Keterbatasan Layanan MBG di Papua Barat

Dubes Marc Gerritsen menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan kesiapan Belanda untuk memperkuat kerja sama melalui investasi langsung maupun program pelatihan bersama.

Baca Juga: Komisi VIII DPR RI Bahas Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Wardatul Asriah Soroti Fenomena Kekerasan Digital

Selain digitalisasi, Habib Idrus juga menyoroti pentingnya kerja sama di bidang pendidikan. Belanda, yang menjadi salah satu tujuan utama mahasiswa Indonesia untuk studi luar negeri, telah menarik lebih dari 2.500 mahasiswa Indonesia setiap tahunnya. Namun, ia mencatat masih adanya tantangan berupa akses beasiswa yang terbatas dan minimnya peluang magang serta pekerjaan pasca-kuliah bagi lulusan Indonesia.

“Kami ingin mendorong Belanda untuk meningkatkan jumlah beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, baik melalui program pemerintah maupun kemitraan dengan universitas dan sektor swasta. Selain itu, bagaimana kebijakan Belanda dalam memberikan kesempatan kerja bagi lulusan Indonesia yang ingin mendapatkan pengalaman sebelum kembali ke tanah air?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Dubes Marc Gerritsen menyampaikan bahwa pihaknya akan mengeksplorasi peningkatan program beasiswa dan pertukaran akademik, serta mempertimbangkan kebijakan yang lebih fleksibel terkait visa kerja bagi lulusan Indonesia.

Sebagai penutup, Habib Idrus menegaskan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda harus menghasilkan langkah konkret, terutama dalam menghadapi tantangan global di era digital dan dalam membangun generasi muda yang lebih kompetitif.

“Kami di Komisi I DPR RI sangat berharap agar dialog ini bisa diterjemahkan ke dalam kebijakan dan program nyata. Indonesia dan Belanda memiliki sejarah panjang dalam hubungan bilateral, tetapi kini saatnya kita membangun kemitraan yang lebih strategis untuk masa depan, terutama di sektor digital dan pendidikan,” tutupnya.

Dubes Marc Gerritsen mengapresiasi keterlibatan aktif DPR RI dalam mendorong kerja sama kedua negara dan menyatakan kesiapan Belanda untuk menjadi mitra utama Indonesia dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan pendidikan di masa depan.

Baca Juga:  Chusnunia Chalim Desak Evaluasi Tambang Nikel di Sekitar Raja Ampat: Ancaman Nyata bagi Terumbu Karang
Sumber: fraksi.pks.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru