Jakarta, PR Politik (06/11) – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang, mengapresiasi program prioritas Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) yang dinilai sangat strategis. Namun, ia menyoroti perlunya langkah konkret untuk mengatasi masalah area blankspot, khususnya di Kalimantan Tengah.
“Masyarakat Indonesia seharusnya memiliki hak yang sama untuk akses teknologi telekomunikasi di mana pun mereka berada,” ujar Andina dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menkomdigi Meutya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Selain membahas 100 hari kerja Kemenkomdigi, rapat tersebut juga menyinggung kesiapan Pilkada Serentak 2024. Dalam kesempatan itu, Andina Narang menekankan bahwa tugas utama Kemenkomdigi adalah memperluas akses telekomunikasi dan digital ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah.
“Dengan luas wilayah 153.564,5 km² dan populasi 2,75 juta jiwa, Kalimantan Tengah memiliki banyak kendala konektivitas, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau,” jelas Andina.
Baca Juga: Furtasan Ali Yusuf Tegaskan Naturalisasi Pesepak Bola Dukung Timnas Menuju Tingkat Dunia
Ia menambahkan bahwa data dari Dinas Kominfo Kalimantan Tengah menunjukkan adanya 316 area blankspot akibat Base Transceiver Station (BTS) yang tidak lagi berfungsi optimal. “Saya sendiri mengalami kesulitan sinyal saat berada di lapangan untuk bertemu masyarakat. Karenanya, saya meminta solusi nyata untuk permasalahan ini,” katanya.
Di akhir paparannya, Andina mengundang Menkomdigi Meutya Hafid untuk berkunjung langsung ke Kalimantan Tengah, agar dapat melihat langsung tantangan ketidakmerataan akses komunikasi yang dihadapi masyarakat setempat.
“Mengingat Kalimantan Tengah adalah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), pemerataan akses internet menjadi krusial. Kami meminta dukungan Kemenkomdigi untuk memperbaiki jaringan internet demi kesejahteraan masyarakat Kalteng,” pungkas Andina.
Sumber: fraksinasdem.org















