Ahmad Sahroni Prihatin 80% Pemain Judi Online Adalah Pelajar dan Mahasiswa

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik (6/12) – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam judi online (judol). Berdasarkan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), 80% pemain judol berasal dari kalangan anak sekolah.

“Sebenernya ini sangat miris, generasi muda kita malah kecanduan judi online ketimbang bekerja atau menabung. Makanya yang kayak gini harus segera disadarkan,” ujar Sahroni, Kamis (5/12/2024).

Legislator Partai NasDem dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta III ini menilai dampak judol di kalangan anak muda sudah sangat mengkhawatirkan. Ahmad Sahroni menyoroti bahwa kecanduan judol kerap mendorong pemainnya melakukan tindakan kriminal, termasuk yang berujung pada kasus ekstrem seperti pembunuhan.

“Situasinya benar-benar sudah gawat darurat. Masyarakat yang main judol sudah kayak pemakai narkoba, kecanduan dan hilang akal. Makanya kasus kriminal akibat judol juga sudah makin ekstrim, sampai pembunuhan segala,” ungkapnya.

Sahroni menyerukan peran aktif sekolah dalam memberikan edukasi dan pencegahan agar siswa tidak terjerumus dalam pusaran judol. Ia juga mendorong kolaborasi dengan aparat penegak hukum untuk menangani kasus ini secara serius di lingkungan sekolah dan kampus.

“Penegak hukum juga harus bekerja sama untuk memberikan edukasi tentang pentingnya mencegah judol di sekolah-sekolah dan kampus,” imbuhnya.

Baca Juga: Muh Haris Tekankan Pentingnya Hilirisasi dan Transparansi di Sektor Pertambangan

Selain itu, Ahmad Sahroni mengusulkan agar sekolah melaporkan siswa yang terdeteksi bermain judol kepada pihak berwenang. Sahroni juga meminta PPATK memblokir rekening atau e-wallet yang digunakan untuk aktivitas judol.

“Salah satu caranya dengan pemblokiran rekening atau e-wallet oleh PPATK. Ketika terdeteksi aktivitas judol di akun mereka, sekolah harus laporkan agar diblokir,” tegas Sahroni.

Baca Juga:  Pupuk Subsidi Kunci Ketahanan Pangan, Anggota DPR Dorong Distribusi dan Harga Terjangkau

Ahmad Sahroni optimistis bahwa pemberantasan judol memerlukan gotong royong semua pihak. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk menyelesaikan masalah ini.

“Saya optimis permasalahan judol ini bisa segera dibereskan. Terlebih, semua pihak harus sudah punya pandangan yang sama tentang pemberantasan judol,” tandasnya.

 

Suamber: fraksinasdem.org

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru