Pupuk Subsidi Kunci Ketahanan Pangan, Anggota DPR Dorong Distribusi dan Harga Terjangkau

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Iskandar | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik (4/12) – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Iskandar, menegaskan pentingnya ketersediaan, akses, dan harga yang terjangkau untuk pupuk subsidi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2024).

Iskandar mengapresiasi komitmen PT Pupuk Indonesia dalam menyediakan pupuk domestik yang, menurutnya, berperan besar dalam mendukung petani dan memperkuat ketahanan pangan. Namun, ia juga menyoroti sejumlah tantangan, khususnya terkait kebijakan pupuk subsidi, dan memberikan tiga poin penting untuk diperhatikan.

Pertama, Iskandar menekankan bahwa ketersediaan pupuk harus disesuaikan dengan jadwal tanam petani yang kerap berubah akibat musim yang tidak menentu. “Pupuk harus tersedia. Apapun itu, jadwal musim berubah, jangan itu dipatok dengan tetap (jatah) produksi di pabrik,” ujarnya.

Kedua, ia menyoroti persoalan distribusi pupuk yang dinilai sulit diakses petani. Proses distribusi yang sebelumnya lebih sederhana, kini menjadi rumit dengan penerapan sistem e-Pubers yang mengharuskan petani mendaftar secara online menggunakan KTP. Menurutnya, banyak petani kesulitan mengakses sistem ini akibat keterbatasan infrastruktur internet dan kurangnya pemahaman teknologi. “Banyak petani kita masih belum terjangkau internet dan masih banyak dari petani kita yang tidak mengerti HP Android. Bagaimana mereka untuk mengakses e-Pubers?” katanya.

Baca Juga: Jalal Abdul Nasir Soroti Kesejahteraan Pensiunan dalam RDP Bersama PLN

Ketiga, Iskandar menyoroti fluktuasi harga bahan baku gas dunia yang memengaruhi harga pupuk. Ia mengusulkan agar kerjasama antara PGN dan PT Pupuk Indonesia dapat menjamin pasokan bahan baku dan harga yang stabil melalui alokasi subsidi bahan baku gas. “Tidak perlu Pupuk Indonesia membeli (harga) kepada produsen gas. Cukup diberikan kuota seberapa besar subsidi bahan baku gas, agar terjamin produksi Pupuk Indonesia dan harganya tidak terganggu dengan fluktuasi harga gas dunia,” jelasnya.

Baca Juga:  LKPP dan DPR Dorong Keterlibatan UMKM dalam Program Makan Bergizi Gratis 2025

Iskandar menutup dengan menegaskan bahwa pupuk, termasuk pupuk subsidi dan organik, merupakan kebutuhan vital untuk mendukung hasil produksi pertanian yang optimal. “Mustahil mereka akan membuahkan hasil produksi yang baik tanpa ada pupuk. Untuk hal ini kita harus serius, konsisten bagaimana kita memberikan pupuk subsidi dan pupuk organik ini kepada para petani dalam rangka meningkatkan daya tahan pangan nasional kita,” tutupnya.

 

Sumber: fraksipan.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru