Bandung, PR Politik – Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. KH. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya bela negara dengan menyesuaikan peran dan kapasitas masing-masing. Dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Kabupaten Bandung, pria yang akrab disapa Kang Aher itu menegaskan bahwa bela negara merupakan tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas militer atau aparat keamanan.
“Seorang guru membentuk karakter siswa dengan nilai-nilai kebangsaan, seorang petani dengan menyediakan pangan untuk bangsa, hingga pedagang kecil setia menjaga kejujuran dalam transaksi, semua itu adalah bentuk nyata gerakan dan tindakan bela negara,” ujar Kang Aher di hadapan ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat.
Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode itu menilai bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi bersifat fisik atau militer semata, melainkan juga ideologis, digital, dan kultural. Oleh karena itu, konsep bela negara harus dikontekstualisasikan sesuai dengan zaman. Ia menyoroti ancaman seperti radikalisme, disinformasi di media sosial, serta krisis identitas nasional sebagai bentuk tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.
Merujuk data dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Aher menyebutkan bahwa indeks pembumian Pancasila tahun 2023 berada pada angka 72,8. Angka ini menunjukkan pentingnya penguatan pemahaman nilai-nilai dasar bangsa. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi indikator bahwa sosialisasi Empat Pilar harus lebih diintensifkan, terutama kepada generasi muda.
“Pemahaman terhadap Empat Pilar bukan sekadar hafalan, tetapi harus menjadi kesadaran moral dan kultural dalam kehidupan sehari-hari. Inilah bentuk bela negara era kini—menjadi warga negara yang sadar akan hak dan kewajiban, sekaligus menjaga harmoni kebangsaan,” tegas Anggota DPR RI F-PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II periode 2024–2029 itu.
Di akhir penyampaiannya, Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI tersebut menyampaikan keprihatinannya terhadap melemahnya semangat nasionalisme di kalangan anak muda. Hal ini menurutnya disebabkan oleh dominasi budaya populer asing serta kurangnya pendidikan karakter, baik di lingkungan keluarga maupun di institusi pendidikan.
“Kita tidak bisa membiarkan anak-anak muda kehilangan arah. Mereka harus dikuatkan dengan narasi positif tentang Indonesia, tentang pentingnya menjadi bagian dari solusi bangsa,” demikian tutup Kang Aher.
Sumber: fraksi.pks.id















