Wamenlu Resmikan Kedutaan Besar Angola Di Jakarta, Perwakilan Afrika Di Indonesia Makin Bertambah

Wamenlu Arrmanantha C. Nasir saat meresmikan Kedutaan Besar Angola di Indonesia pada (30/04) | Foto: Kemlu.go.id

Jakarta, PR Politik – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia, Arrmanatha C. Nasir, turut hadir meresmikan pembukaan Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Angola di Jakarta Selatan (30/4). Hadir langsung dari Angola untuk meresmikan Kedubesnya adalah Sekretaris Negara Bidang Administrasi, Keuangan, dan Warisan Budaya Republik Angola, Osvaldo Dos Santos Varela, yang mewakili Menteri Luar Negeri Republik Angola. Peresmian dilakukan tepat pada saat perayaan 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika.

Pembukaan Kedutaan Besar Angola di Jakarta merupakan langkah strategis Pemerintah Angola untuk kian mempererat hubungan bilateral dengan Indonesia. Kedubes Angola di Jakarta, yang juga terakreditasi untuk Brunei Darussalam, menggantikan perwakilan diplomatik Angola yang sebelumnya berkedudukan di Singapura.

Peresmian kantor Kedubes Angola ini berselang satu tahun lebih sejak Duta Besar Republik Angola untuk RI, Floréncio Mariano da Conceiҫão e Almeida, menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden RI pada Desember 2023.

Sebelum menghadiri peresmian, Wamenlu Arrmanatha telah terlebih dahulu melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Negara/Wamenlu Angola. Pertemuan antara lain membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor serta isu regional dan multilateral yang menjadi kepentingan bersama. Indonesia juga menyatakan dukungan atas Presidensi Uni Afrika yang tengah dijabat Angola tahun 2025.

“Saya yakin kehadiran Kedutaan Besar Angola di Jakarta akan menciptakan banyak peluang untuk memperkuat tidak hanya kerja sama bilateral namun juga dalam kerangka kemitraan Selatan-Selatan dalam semangat Asia-Afrika,” ungkap Wamenlu Arrmanatha.

Angola merupakan sumber komoditas minyak terbesar kedua bagi Indonesia dari kawasan Sub-Sahara Afrika. Impor minyak Indonesia dari Angola mencapai 12 juta barel per tahun. Saat ini tengah diupayakan agar Indonesia dapat meningkatkan perdagangan sektor migas dengan Anggola ke depannya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru