Abdul Kharis Sambut Baik Langkah Kementan dan Kemendikti-Saintek Perkuat Riset Ketahanan Pangan

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Kharis Almasyhari | Foto: PKS DPR RI

Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Kharis Almasyhari, menyambut baik langkah strategis Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek) dalam memperkuat penelitian komoditas pangan dengan produktivitas rendah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Kolaborasi ini melibatkan 30 perguruan tinggi ternama di Indonesia, termasuk Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Andalas. Fokus utama penelitian ini adalah peningkatan produktivitas beberapa komoditas strategis seperti bawang putih, jagung, kedelai, gandum, dan sapi.

Abdul Kharis menilai bahwa inisiatif ini merupakan langkah positif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan pemerintah sangat penting dalam menciptakan inovasi berbasis riset yang mampu meningkatkan produktivitas pangan di Indonesia.

“Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan inovasi berbasis riset yang mampu meningkatkan produktivitas pangan di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keberhasilan penelitian sebelumnya yang mampu meningkatkan hasil panen padi dari 5-6 ton menjadi 9 ton per hektare sebagai bukti nyata bahwa riset jangka panjang dapat memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian.

“Dengan adanya dukungan pendanaan dari Kementan dan Kemendikti-Saintek, diharapkan hasil penelitian ini dapat segera diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” tambahnya.

Komisi IV DPR RI, yang membidangi sektor pertanian, akan terus mengawal kebijakan ini agar implementasi riset berjalan optimal dan berkelanjutan. Abdul Kharis menegaskan bahwa sinergi ini tidak boleh berhenti hanya pada tahap penelitian, tetapi harus berlanjut hingga implementasi yang dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat luas.

Baca Juga:  Hasbiallah Ilyas: Laporan Tom Lembong ke KY Sah Asalkan Disertai Bukti

“Kami berharap sinergi ini tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga berlanjut hingga tahap aplikatif yang dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat luas,” tutup Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah V ini.

 

Sumber: fraksi.pks.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru