Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, memberikan apresiasi atas peluncuran program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini menyasar masyarakat yang berulang tahun, mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Tidak hanya itu, ibu hamil dan balita juga mendapat perhatian khusus melalui pemeriksaan kesehatan yang dirancang khusus untuk mereka.
“Program yang ditujukan untuk masyarakat yang berulang tahun, baik anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia ini merupakan kebijakan yang bagus dan bermanfaat. Bahkan untuk ibu hamil dan balita disiapkan program pemeriksaan kesehatan khusus,” ujar Netty dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Jumat (14/2).
Netty menilai program ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini kondisi kesehatan. Program ini juga dapat diakses dengan mudah di fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau posyandu, sehingga masyarakat diharapkan memanfaatkannya sebaik mungkin.
“Masyarakat tidak perlu takut memeriksakan diri dan mengetahui kondisi kesehatannya. Dengan begitu dapat mencegah datangnya serangan penyakit yang mendadak,” tambahnya.
Lebih lanjut, Netty menjelaskan bahwa upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam membudayakan pola hidup preventif di masyarakat. Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran kementerian, lembaga terkait, dan media dalam menyosialisasikan program PKG agar dapat menjangkau masyarakat secara luas.
“Jangan sampai program bagus ini malah tidak dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat,” katanya mengingatkan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Presiden Erdoğan di Istana Kepresidenan Bogor
Netty juga menyoroti urgensi program ini dalam membantu mengurangi beban biaya pengobatan yang ditanggung oleh negara. Ia memaparkan bahwa pada tahun 2024, beban pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diperkirakan mencapai Rp175 triliun. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk pengobatan penyakit katastropik, seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal, yang sebetulnya bisa dicegah dan dideteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan.
“Pada 2024, beban pembiayaan JKN mencapai sekitar Rp175 triliun, di mana sebagian dana pembiayaan tersebut digunakan untuk penanganan penyakit katastropik, seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal yang sebenarnya dapat dicegah dan dideteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan,” tegas Netty.
Selain itu, Netty mengajak masyarakat untuk membangun budaya preventif kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan saja tidak cukup untuk mencapai kondisi kesehatan yang optimal.
“Tidak cukup dengan pemeriksaan kesehatan saja. Lakukan pola hidup bersih dan sehat mulai dari diri sendiri dan di rumah. Stop merokok, asupan bergizi dan seimbang, istirahat cukup, olahraga teratur, serta kurangi konsumsi gula, garam, dan lemak,” tutup Netty.
Sumber: fraksi.pks.id















