Muh Haris Soroti Pentingnya Penguatan Program TPS3R untuk Atasi Masalah Sampah di Indonesia

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Muh Haris | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik (27/12) – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Muh Haris, menekankan pentingnya penguatan program Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sebagai solusi strategis untuk mengatasi permasalahan sampah di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan TPS3R dapat menjadi kunci dalam mengurangi beban sampah yang selama ini mendominasi tempat pembuangan akhir (TPA).

“Program TPS3R telah menunjukkan hasil yang positif di beberapa daerah, seperti pengurangan hingga 40% sampah yang masuk ke TPA. Namun, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan secara merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Muh Haris di sela-sela kegiatan resesnya di Semarang, Jawa Tengah.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 40,2 juta ton sampah per tahun, dengan 57%-nya berupa sampah organik dan 17%-nya sampah plastik. “Sementara itu, hanya sekitar 60,4% dari total sampah yang berhasil dikelola melalui pengurangan dan penanganan, sisanya masih mencemari lingkungan,” ungkapnya.

Muh Haris mencatat bahwa di beberapa daerah, TPS3R telah menunjukkan keberhasilan. Contohnya, TPS3R di Kota Bandung berhasil mengurangi hingga 35% sampah yang masuk ke TPA, sementara di Kota Bekasi, tingkat efektivitas pengelolaan sampah melalui TPS3R mencapai 70%. “Namun, efektivitas ini belum merata di seluruh Indonesia karena adanya tantangan seperti minimnya infrastruktur, rendahnya partisipasi masyarakat, dan terbatasnya anggaran operasional,” pungkasnya.

Baca Juga: Meity Rahmatia: Perempuan Adalah Madrasah Pertama bagi Anak-Anak

Haris menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam pengelolaan TPS3R adalah keterbatasan infrastruktur, rendahnya partisipasi masyarakat, serta minimnya dana operasional. “Di banyak daerah, TPS3R belum optimal karena kurangnya fasilitas yang memadai, seperti mesin pencacah plastik dan komposter otomatis. Selain itu, masyarakat juga belum sepenuhnya memahami pentingnya memilah sampah dari sumber,” tambahnya.

Baca Juga:  Husein Fadlulloh Dukung Sikap Presiden Prabowo Soal Solusi Dua Negara Palestina-Israel

Ia menekankan bahwa tanpa dukungan kebijakan yang tepat, TPS3R sulit untuk menjawab tantangan sampah nasional yang mencapai 40 juta ton per tahun. Muh Haris mengusulkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas program TPS3R di Indonesia. Pertama, pemerintah harus meningkatkan investasi dalam pengadaan infrastruktur pengelolaan sampah, seperti mesin pencacah plastik dan komposter otomatis, yang dapat meningkatkan kapasitas pengolahan di TPS3R.

“Kedua, diperlukan kampanye nasional yang masif untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dari sumber, khususnya di daerah yang belum memiliki sistem pengelolaan yang memadai,” ujar Haris.

Ketiga, lanjut Haris, pelibatan sektor swasta melalui program Extended Producer Responsibility (EPR) harus diperluas, sehingga perusahaan turut bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah dari produk yang mereka hasilkan. “Keempat, pemanfaatan teknologi digital juga perlu didorong, misalnya dengan aplikasi pelaporan sampah untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi operasional TPS3R,” jelas Haris.

Terakhir, Haris berharap pemerintah memberikan insentif kepada masyarakat yang aktif dalam program daur ulang atau memilah sampah dari rumah tangga, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk berpartisipasi lebih aktif.

Baca Juga: Rahayu Saraswati Heran PDIP Tolak PPN 12 Persen Setelah Terlibat dalam Pembahasan UU

Muh Haris percaya bahwa dengan pelaksanaan strategi-strategi ini, TPS3R dapat menjadi solusi yang lebih efektif dalam mengatasi permasalahan sampah di Indonesia. “Dukungan DPR akan difokuskan pada penguatan anggaran untuk program-program lingkungan seperti TPS3R, yang tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi, seperti pengembangan produk daur ulang dan kompos,” ujar Haris.

 

Sumber: fraksi.pks.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru