Jazilul Fawaid Optimis Pimpinan KPK Baru Dapat Jaga Kepercayaan Rakyat

Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik (12/12) – Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid, menyatakan optimisme bahwa pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru dapat bekerja dengan baik. Ia juga meminta para komisioner KPK untuk menjaga kepercayaan masyarakat, yang masih sangat besar terhadap lembaga antirasuah tersebut dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Saya harus mengatakan optimis, meskipun mereka belum bekerja. Karena dukungan masyarakat masih besar kepada KPK, dibanding lembaga lain. Tapi mohon pimpinan baru mempertahankan kepercayaan yang ada,” terang Gus Jazil, sapaan akrabnya.

Gus Jazil menyoroti penanganan kasus korupsi di KPK selama ini, yang menurutnya sering kali terkesan tebang pilih. Ia berpendapat bahwa yang terlihat adalah sikap tebang pilih, bukan pemberantasan korupsi yang sesungguhnya. “KPK dan lembaga penegak hukum yang lain sudah seperti lembaga politik,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua MPR itu menegaskan bahwa apa yang terjadi di lembaga penegak hukum bukanlah proses hukum, melainkan proses politik, yang dapat berbahaya bagi kepercayaan publik. “Masyarakat juga mempunyai penilaian yang sama dengan Gus Jazil. Maka pimpinan KPK yang baru harus membalik persepsi publik dengan bekerja secara transparan. Tidak ada tekanan dari eksekutif, tidak ada tekanan politik yang masuk. Tidak ada proses tebang pilih,” bebernya.

Legislator asal Dapil Jawa Timur X (Lamongan dan Gresik) itu juga meminta pimpinan KPK yang baru untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pemberantasan korupsi. Ia menekankan pentingnya sistem digital yang berfungsi dengan baik untuk memproses pengaduan masyarakat. “Semua birokrasi punya sistem digital. Tapi kalau mau lapor, sistem digitalnya kadang mati. Pengaduan itu kadang tidak serius. Termasuk di KPK,” tuturnya.

Baca Juga: Kebakaran Pabrik Garmen PT Anugerah Abadi Magelang Tambah Duka Industri Tekstil Indonesia

Baca Juga:  Fauzi H. Amro Minta Bea Cukai Fokus pada Edukasi Importir dan Permudah Perizinan

Jazilul Fawaid menjelaskan bahwa dalam setahun, ada ribuan pengaduan yang masuk ke KPK. Hasil pengaduan tersebut kemudian dipetakan dan dilakukan penyelidikan hingga penyidikan. Namun, ia mengingatkan agar pengaduan tidak di-setting untuk menjadikan seseorang sebagai tersangka kasus korupsi. “Maka dari itu, saya meminta agar pemberantasan korupsi memanfaatkan teknologi, sehingga semuanya transparan. Tidak ada yang ditutup-tutupi dalam penanganan kasus. Masyarakat bisa ikut memantau,” jelasnya.

Jazilul Fawaid berharap proses pemberantasan korupsi juga melibatkan teknologi canggih, selain penyadapan, untuk menciptakan sistem yang transparan. “Para anak muda bisa membantu menciptakan sistem yang transparan, supaya tidak ada dugaan permainan, dan prosesnya berjalan dengan benar,” pungkas Gus Jazil.

 

Sumber: fraksipkb.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru