Jakarta, PR Politik (05/11) — Menyusul pailitnya perusahaan tekstil raksasa PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi PKS, Muhammad Kholid, menyerukan pentingnya regulasi yang menghidupkan kembali semangat nasionalisme ekonomi Bung Hatta. Menurut Kholid, DPR RI perlu mendorong kebijakan yang melindungi industri tekstil dalam negeri.
“Kita harus melawan kebijakan yang merugikan industri tekstil kita. Sritex sudah jadi korban. Nasionalisme Ekonomi yang diwariskan oleh Bung Hatta harus diwujudkan dalam regulasi dan undang-undang. Itu yang harus kita perjuangkan bersama,” tegas Kholid dalam agenda Badan Legislasi DPR di Gedung Nusantara I, Senayan, Senin (04/11).
Pada rapat yang membahas penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU 2025-2029 dan prioritas 2025, Kholid menekankan perlunya DPR merespons perubahan lanskap ekonomi global. Saat ini, ekonomi dunia cenderung bergerak dari neoliberalisme ke nasionalisme sumber daya, seperti kebijakan proteksionisme yang diterapkan Amerika Serikat pada produk kendaraan listrik (EV) dari China. Presiden Joe Biden, misalnya, menaikkan tarif kendaraan listrik dari China dari 25% menjadi 100%.
“Ideologi negara-negara dunia sudah berubah. Liberalisasi dan deregulasi ala Washington Consensus sudah usang. Lanskap perdagangan internasional kini mengarah ke proteksionisme,” ungkap Kholid, yang juga anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VI.
Baca Juga: Novita Wijayanti Sampaikan Belasungkawa dan Minta Respons Cepat atas Letusan Gunung Lewotobi
Menurutnya, praktik “predatory pricing” yang diterapkan China merusak pasar domestik Indonesia, padahal Indonesia sebelumnya pernah menjadi penghasil gula teratas dunia di akhir abad ke-20. Industri tekstil Indonesia pada 1980-an hingga 90-an juga pernah menjadi penyumbang devisa besar.
Muhammad Kholid mengimbau pemerintah untuk segera membuat kebijakan yang dapat menjaga keberlanjutan industri strategis Indonesia, termasuk tekstil.
“Kalau kita sebagai anggota DPR RI hanya diam, kepada siapa lagi rakyat Indonesia akan berharap?” ujarnya.
Sumber: fraksi.pks.id















