Miftah Maulana Mundur Sebagai Utusan Khusus Presiden

Anggota Komisi VIII DPR RI, Abdul Fikri Faqih | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik (8/12) – Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman resmi mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Pengumuman ini disampaikan Miftah di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, DI Yogyakarta, pada Jumat siang, setelah dirinya menuai kecaman publik akibat pernyataannya yang dinilai merendahkan seorang penjual es teh.

Mundurnya Miftah memicu respons dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi VIII DPR RI, Abdul Fikri Faqih. Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga, terutama bagi pejabat publik, untuk menjaga etika dalam menyampaikan pendapat.

“Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat, terutama pejabat publik, untuk mengedepankan etika dalam menyampaikan pendapat,” ujar Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/12).

Fikri menekankan pentingnya pejabat negara, terutama yang juga berperan sebagai tokoh masyarakat, untuk menjadi panutan. Ia menyarankan agar dibuat ketentuan kode etik yang jelas bagi pejabat publik guna mencegah pernyataan yang dapat melukai masyarakat.

“Sebagai pejabat negara, apa yang dilakukan oleh yang bersangkutan relevan dengan perlunya kode etik. Ini agar tidak ada lagi tindakan yang menyakiti hati rakyat,” jelas legislator PKS ini.

Menurut Fikri, tindakan Miftah yang dianggap sebagai perundungan verbal berpotensi memecah kerukunan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kita yang seagama saja harusnya saling menghormati, bukan saling merendahkan. Bagaimana kita bisa merukunkan elemen bangsa dengan perbedaan agama dan suku jika perilaku seperti ini terus terjadi?” imbuhnya.

Baca Juga: Selly Andriany Gantina Dorong Assessment Kejiwaan Tersangka Pelecehan Seksual IWAS

Ia juga menggarisbawahi bahwa insiden ini dapat menjadi pengingat bagi semua pejabat di Indonesia, baik di eksekutif maupun legislatif, untuk menjaga perilaku di depan publik.

Baca Juga:  Surahman Hidayat Dorong Perubahan UU Narkotika Masuk Prolegnas Prioritas 2025

“Sungguh pun sudah ada permintaan maaf dan pengunduran diri, semoga ini tidak terulang lagi, baik oleh yang bersangkutan maupun pejabat lainnya,” tandas Fikri.

Sebelumnya, Miftah mendapatkan sorotan negatif setelah melontarkan kata “goblok” kepada Sunhaji, seorang penjual es teh, saat diminta memborong dagangan pria tersebut. Akibat ucapan itu, Presiden Prabowo Subianto melalui Seskab Mayor Teddy Indra Wijaya turut menegur Miftah.

Miftah telah meminta maaf kepada publik melalui video serta secara langsung kepada Sunhaji. Sebagai wujud rekonsiliasi, keduanya bahkan saling berkunjung ke tempat tinggal masing-masing. Namun, dampak dari peristiwa ini tetap membuat Miftah memilih mundur dari jabatan strategisnya di pemerintahan.

 

Sumber: fraksi.pks.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru