Jakarta, PR Politik (6/12) – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan pentingnya transformasi digital yang nyata dan komprehensif bagi lembaga penyiaran publik seperti TVRI, RRI, dan LKBN Antara. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, ia mengapresiasi langkah awal yang telah dilakukan, tetapi juga menyoroti berbagai tantangan signifikan, mulai dari infrastruktur hingga kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Kita semua tahu, transformasi dari analog ke digital adalah kebutuhan mendesak. Saat ini, konsumsi media masyarakat, baik di Indonesia maupun dunia, telah bergeser ke platform media sosial seperti Instagram, X, dan TikTok. Lembaga penyiaran publik harus menyesuaikan diri dengan perubahan ini,” ujar Novita di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2024).
Novita juga menggarisbawahi besarnya pengaruh influencer dalam penyebaran informasi di era digital. “Kalau Anda punya media yang bisa siaran langsung tapi yang menonton hanya enam orang, itu jadi tidak relevan. Perlu strategi untuk menarik perhatian generasi muda dan publik luas,” tegas politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.
Dalam paparan datanya, Novita menyoroti kondisi infrastruktur TVRI yang dilaporkan menurun hingga 90 persen di beberapa wilayah. “Bagaimana masyarakat akan tertarik menonton jika kualitas gambar tidak bersaing dengan televisi swasta? Padahal, konten edukatif TVRI sangat potensial,” katanya.
Baca Juga: Andina Thresia Dorong Komdigi Lebih Optimal Tangani Judi Online
Legislator Dapil Jawa Timur VII ini juga mendorong optimalisasi peran TVRI sebagai penyelenggara multiplexing sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos dan Telekomunikasi. Menurutnya, TVRI memiliki peluang besar sebagai pengelola program multiplexing, tetapi keberhasilan peluang ini sangat tergantung pada kemampuan internal lembaga.
“Sebelum meminta dukungan anggaran dari pemerintah, TVRI perlu memperbaiki masalah internal, termasuk peningkatan SDM. Transformasi digital tidak cukup hanya menjadi tagline; SDM yang andal dan inovatif harus menjadi prioritas,” tambah Novita.
Novita Hardini juga mengapresiasi program TVRI selama pandemi COVID-19, seperti tayangan pembelajaran bagi anak-anak, termasuk kelas matematika dan program edukasi lainnya. “Program ini perlu dilanjutkan untuk mengurangi konsumsi anak-anak pada konten media sosial yang tidak memiliki filter usia. TVRI, RRI, dan Antara harus kembali menjadi pilihan utama masyarakat untuk informasi dan edukasi,” jelasnya.
Dengan berbagai catatan dan harapan yang disampaikan, Novita optimistis bahwa transformasi digital yang maksimal dapat membuat media publik tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. “Mari kita fokus dari hulu ke hilir untuk mewujudkan lembaga penyiaran publik yang kuat dan mampu bersaing di era digital,” tutupnya.
Sumber: dpr.go.id















