Jakarta, PR Politik (4/12) – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono, mengusulkan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk membangun pusat kebudayaan Indonesia di berbagai negara. Usulan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.
“Saya rasa ini hanya sebuah masukan untuk menunjang diplomasi kebudayaan, meskipun memang sudah ada kementeriannya. Jika kita belajar dari beberapa negara sahabat, mereka memiliki pusat kebudayaan di Indonesia maupun di negara lain,” kata Budi.
Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budi mencatat bahwa pembangunan pusat kebudayaan seperti ini telah menjadi praktik umum di negara-negara maju. Ia menyebutkan contoh seperti Japan Foundation dari Jepang, Institut Français milik Prancis, dan Goethe-Institut milik Jerman, yang tidak hanya mempromosikan seni dan budaya, tetapi juga mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi.
Budi menjelaskan bahwa keberadaan pusat kebudayaan Indonesia di luar negeri dapat mengenalkan seni, budaya tradisional, dan kuliner khas Nusantara. Namun, lebih jauh, ia menilai inisiatif ini mampu membuka jalan bagi kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi internasional.
“Pusat kebudayaan ini dapat membawa manfaat ekonomi yang besar, terutama bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM di Indonesia,” ungkapnya. Ia menambahkan, pusat-pusat tersebut juga bisa menjadi media promosi produk-produk lokal seperti batik, kerajinan tangan, dan kopi khas Nusantara yang memiliki daya tarik di pasar global.
Baca Juga: BAKN DPR RI Kunjungi PT Timah, Evaluasi Temuan BPK dan Kinerja Perusahaan
Budi mendorong Kemenlu untuk bekerja sama dengan kementerian lain, seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Perdagangan, guna menjadikan inisiatif ini sebagai prioritas strategis nasional. “Dengan sinergi yang baik antarkementerian, program ini bisa memberikan dampak signifikan bagi citra Indonesia di dunia internasional,” jelasnya.
Budisatrio Djiwandono berharap usulan ini mendapat perhatian serius dari Kemenlu, mengingat potensi besar yang dapat diraih melalui diplomasi budaya. Langkah ini juga diyakini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan pengaruh besar di kawasan regional maupun global, sekaligus mendukung misi negara dalam menjalin hubungan diplomatik yang lebih erat melalui budaya.
Sumber: fraksigerindra.id















