Jakarta, PR Politik – Indonesia dan Australia memperkuat sinergi internasional dalam mendukung pembangunan kembali sektor pendidikan di Palestina. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Dialog Trilateral Pendidikan yang melibatkan sebelas pejabat tinggi dari Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina pada 27 April 2026.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk melakukan reformasi kurikulum dan sistem pengajaran bagi rakyat Palestina yang terdampak konflik berkepanjangan.
“Dialog Trilateral Pendidikan ini merupakan wujud komitmen Indonesia untuk mendukung rakyat Palestina dalam membangun kembali sektor pendidikan yang terdampak konflik. Indonesia dan Australia memiliki kemitraan yang kuat dan dinamis melalui berbagai bentuk kerja sama pembangunan. Kegiatan Dialog Pendidikan ini merupakan kerja sama trilateral pertama Indonesia-Australia untuk Palestina dan menjadi pelopor kolaborasi selanjutnya dalam mendukung pembangunan negara Palestina,” ujar Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional Kementerian Luar Negeri, Rina Setyawati, dalam penutupan acara (25/4).
Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Gita Kamath, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan realisasi komitmen politik antara Menteri Luar Negeri kedua negara. Program ini dirancang untuk menciptakan momentum menuju pengakuan kedaulatan Negara Palestina yang lebih luas.
“Dialog Pendidikan ini merupakan realisasi dari komitmen Menteri Luar Negeri Australia dan Indonesia. Hal ini mencerminkan tekad bersama kedua negara untuk membangun momentum menuju pengakuan yang lebih luas terhadap Negara Palestina serta mendukung Otoritas Palestina dalam memajukan prioritas reformasi pendidikannya,” ulasnya.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah Al-Sattari, turut memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian kepada generasi muda Palestina.
Delegasi Palestina menjalani serangkaian agenda intensif yang meliputi diskusi mendalam dan kunjungan lapangan ke berbagai institusi pendidikan di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, hingga Lombok. Fokus utama kegiatan ini adalah pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan kurikulum berbasis nilai serta moderasi beragama.
Ketua Delegasi Palestina, Dr. Ihab Inayyem, mengaku terkesan dengan sistem pendidikan di Indonesia, terutama pada jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
“Saya sangat mengapresiasi Dialog Pendidikan ini dan terkesan dengan penerapan kurikulum berbasis nilai di sekolah dan universitas. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi landasan bagi kerja sama di masa mendatang,” pungkasnya.
Melalui program ini, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis Palestina dalam upaya pembangunan kapasitas (capacity building) demi masa depan bangsa Palestina yang lebih mandiri dan inklusif.
sumber : Kemlu RI















