Pertahankan Peringkat BBB dari S&P, Menkeu Purbaya Buktikan Ketahanan Ekonomi Indonesia di Level Global

Washington DC, PR Politik – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar menggembirakan usai melakukan pertemuan strategis dengan lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor’s (S&P). Dalam pertemuan yang berlangsung di Washington DC tersebut, S&P secara resmi mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB (Triple B) dengan outlook stabil.

Capaian ini mempertegas status Indonesia sebagai negara layak investasi (investment grade) di tengah guncangan ekonomi global, tingginya suku bunga dunia, serta ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi.

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang membuat investor global tetap percaya pada Indonesia adalah konsistensi dalam menjaga defisit anggaran. S&P memberikan perhatian khusus pada komitmen pemerintah untuk mempertahankan defisit di bawah ambang batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Mereka menanyakan cukup detail kondisi fiskal kita termasuk defisit tahun ini dan tahun lalu. Utamanya mereka ingin melihat apakah kita konsisten menjaga di bawah 3 persen dari PDB,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa arah kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo demi menjamin stabilitas ekonomi jangka panjang.

Sisi positif lain yang menjadi sorotan S&P adalah performa penerimaan negara yang melesat tajam. Purbaya memaparkan data pertumbuhan pajak pada awal tahun 2026 yang menunjukkan tren penguatan basis ekonomi domestik dan efektivitas reformasi birokrasi di tubuh Direktorat Jenderal Pajak serta Bea Cukai.

“Ketika kita beritahu bahwa dua bulan tahun ini pertumbuhan pajak 30 persen dan Januari-Maret dibanding tahun lalu tumbuh 20 persen, mereka sepertinya cukup puas,” ungkap Bendahara Negara tersebut.

Peningkatan ini menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi di era pemerintahan Presiden Prabowo bergerak progresif, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang besar dan perbaikan iklim investasi.

Baca Juga:  Tinjau Kampus Cimahi, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tekan Pentingnya Fasilitas Pendidikan untuk Cetak Pemimpin Bangsa

Meski mendapatkan rapor hijau dari lembaga internasional, pemerintah memastikan tidak akan terlena. Menkeu Purbaya menyatakan bahwa pihaknya tetap memantau secara ketat rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara agar ruang fiskal tetap fleksibel untuk membiayai pembangunan.

“Saya bilang itu akan kita monitoring terus dan pastikan keadaan ekonomi tetap baik dan fiskal akan tetap kita jaga,” tegasnya menutup keterangannya.

Pertahankan rating BBB dengan outlook stabil ini mengirimkan pesan kuat ke pasar modal dunia bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid, transparan, dan kompetitif di tengah dinamika global yang fluktuatif.

sumber : Kemenkeu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru