Buka Turnamen Bali 7s 2026, Menpora Erick Thohir Sebut Ajang Usia Dini Sebagai Mesin Sport Tourism

Gianyar, PR Politik – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan kompetisi sepak bola usia muda Youth Football Tournament Bali 7s 2026. Memasuki tahun ketiga, ajang internasional ini dinilai sukses menyatukan pembinaan prestasi atlet dengan penguatan ekosistem pariwisata olahraga (sport tourism).

Apresiasi tersebut disampaikan Menpora saat menghadiri pembukaan turnamen di Bali United Training Center, Gianyar, Jumat (3/4). Ia menekankan bahwa keberlanjutan kompetisi adalah kunci utama dalam menjaga mimpi talenta muda Indonesia.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap penyelenggaraan Youth Football Tournament Bali 7s 2026 yang telah memasuki tahun ketiga. Turnamen ini mampu hadir secara konsisten dari tahun ke tahun, menjaga kesempatan talenta kita untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi pesepakbola profesional di masa depan,” ujarnya.

Bali 7s 2026 kali ini diikuti oleh 500 tim dengan total 8.000 pemain yang berasal dari berbagai negara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, India, hingga Belanda. Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori usia, mulai dari U-8 hingga kategori Women.

Menurut Menpora, nilai utama dari turnamen ini tidak hanya terbatas pada skor di lapangan, tetapi juga pada pembangunan karakter dan hubungan antarbudaya.

“Di sini mereka bukan sekadar mengasah bakat dan merasakan atmosfer pertandingan di lapangan, tapi juga membentuk karakter sportif, menjalin persahabatan dan persaudaraan dengan para peserta lintas negara dan budaya,” tambahnya.

Selain aspek olahraga, Menpora menyoroti dampak ekonomi nyata yang dihasilkan dari acara berskala internasional ini. Dengan kehadiran ribuan pemain beserta keluarga mereka, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM di Bali mendapatkan stimulasi signifikan. Bali 7s juga menghadirkan festival keluarga dengan 42 tenant makanan dan minuman dari pelaku UMKM lokal.

Baca Juga:  Normalisasi Sungai Terintegrasi, Menhan Sjafrie Usul Terobosan Teknis Atasi Banjir Aceh Tamiang

“Yang tidak kalah penting, kegiatan ini turut memberikan dampak bagi perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia menegaskan dukungan penuh kementerian terhadap model kompetisi seperti ini. “Kami meyakini bahwa ajang seperti ini memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan sport tourism di Indonesia. Oleh karena itu, Kemenpora mendukung penuh penyelenggaraan Bali 7s sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan memaksimalkan potensi sektor wisata olahraga tanah air, serta membina generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Direktur Turnamen Internasional Bali 7s 2026, Yabes Tanuri, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah dan sponsor. Ia berharap turnamen ini menjadi kawah candradimuka bagi pesepak bola masa depan Indonesia.

“Harapannya, turnamen ini bisa menjadi ajang pengembangan generasi muda untuk menjadi pesepak bola profesional di masa depan, salah satunya mencetak pemain Timnas Indonesia di masa mendatang,” katanya.

Dengan infrastruktur kelas dunia di Bali United Training Center dan partisipasi tim-tim luar negeri, Bali 7s kini menjadi salah satu barometer turnamen usia dini paling berkualitas di kawasan Asia Tenggara.

sumber : Kemenpora RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru