Normalisasi Sungai Terintegrasi, Menhan Sjafrie Usul Terobosan Teknis Atasi Banjir Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, PR Politik – Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, mengusulkan langkah strategis berupa penanganan sungai secara terpadu guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. Usulan ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadiran jajaran kabinet di lokasi bencana bertujuan untuk memotong jalur birokrasi dan langsung mengidentifikasi akar permasalahan di lapangan.

“Saya juga terima kasih, sebagian besar, kalau tidak hampir semua pejabat-pejabat dari semua K/L berinisiatif, semuanya turun. Dan kita berbagi daerah, berbagi titik untuk saling mengecek, memeriksa, mencari masalah. Kita datang sekali lagi bukan untuk kita ingin katakanlah sekadar untuk melihat, tapi kita datang, melihat untuk mengetahui masalah,” ucap Presiden Prabowo.

Menanggapi besarnya skala kerusakan, Menhan Sjafrie menekankan pentingnya terobosan teknis yang tidak konvensional agar proses rehabilitasi tidak memakan waktu terlalu lama.

“Bapak Presiden, terkait dengan terobosan-terobosan teknis yang harus segera kita lakukan karena melihat dampak dari kerusakan ini cukup besar, dan kita tentunya akan bekerja agak panjang waktunya,” ujar Menhan Sjafrie.

Salah satu gagasan utamanya adalah melakukan normalisasi Sungai Tamiang dengan pendekatan dari sisi muara laut. Strategi ini memungkinkan pengerahan alat berat dilakukan melalui jalur air, mengingat akses darat yang seringkali sulit ditembus pascabencana.

Langkah tersebut mencakup dua kegiatan simultan:

  1. Pendalaman Alur Sungai: Mengatasi pendangkalan sungai agar debit air kembali normal.

  2. Mobilisasi Logistik: Pengerahan alat berat via laut menuju titik terdekat bencana untuk membersihkan material kayu dan sampah banjir.

Menhan mengusulkan agar pola penanganan terpadu ini juga diterapkan di daerah lain yang memiliki karakteristik serupa, seperti Bireuen hingga Sibolga. Dengan melakukan pendalaman dari laut hingga ke sungai, kapal pengangkut dapat langsung mendaratkan peralatan tempur zeni dan alat berat tepat di pusat kerusakan.

Baca Juga:  Jaga Hulu Sungai Citarum, Menteri LH Hanif Faisol: Cisanti Adalah Benteng Pertama Ketahanan Air

Presiden Prabowo menyambut baik usulan tersebut dan langsung memerintahkan Menhan serta TNI untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam merumuskan teknis pelaksanaannya.

“Saya sudah setuju, saya kira silahkan Menteri Pertahanan dan TNI berkoordinasi dengan gubernur-gubernur,” tegas Presiden.

Kunjungan di awal tahun 2026 ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat dalam memastikan pemulihan infrastruktur di Aceh dan Sumatra Utara berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

sumber : Kemhan RI

Bagikan: