Kurniasih Mufidayati Dukung Program Sekolah Terintegrasi dan Penguatan Pendidikan Vokasi Presiden Prabowo

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati | Foto: PKS DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyambut baik langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengusung sistem Sekolah Terintegrasi serta menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi sebagai strategi menekan angka kemiskinan.

Spirit Sekolah Terintegrasi dipandang sebagai terobosan untuk mewujudkan wajib belajar 13 tahun sekaligus memperkuat pendidikan vokasi setelahnya.

“Kami mendukung penuh langkah Presiden Prabowo yang menjadikan pendidikan vokasi sebagai prioritas nasional. Pendekatan ini penting agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Kurniasih dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Anggota Fraksi PKS DPR RI ini menilai konsep Sekolah Terintegrasi di setiap kecamatan yang menggabungkan SD, SMP, SMA, dan SMK dalam satu kawasan dengan fasilitas lengkap merupakan gagasan progresif.

“Konsep sekolah terintegrasi ini membuka akses pendidikan yang lebih merata dan efisien, terutama di daerah-daerah. Fasilitas seperti laboratorium, bengkel vokasional, seni, dan olahraga akan sangat membantu peningkatan kualitas belajar,” jelasnya.

Kurniasih menekankan perlunya kesesuaian antara kurikulum vokasi dan kebutuhan industri lokal.

“Jangan sampai kita menyiapkan lulusan dengan keterampilan yang tidak dibutuhkan di daerahnya. Kurikulum harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata dunia usaha dan industri di masing-masing wilayah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pengajar dan instruktur vokasi agar program tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas fisik.

“Fasilitas tanpa pengajar yang kompeten tidak akan menghasilkan SDM unggul. Pemerintah perlu memastikan pelatihan berkelanjutan dan sertifikasi bagi para instruktur,” ujarnya.

Selain itu, Kurniasih mengingatkan agar pemerataan fasilitas pendidikan hingga ke wilayah pelosok menjadi perhatian serius.

“Jangan hanya fokus di kota besar. Sekolah terintegrasi di kecamatan harus benar-benar menjangkau daerah tertinggal agar tidak memperlebar kesenjangan pendidikan,” tutur anggota Fraksi PKS tersebut.

Baca Juga:  Parlemen Rusia Ajak DPR RI Bergabung dengan BRICS+ Parliamentary Forum, Mardani Ali Sera Sambut Baik

Ia juga mendorong agar pendidikan vokasi tidak hanya menyiapkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kemampuan soft skills seperti komunikasi, adaptasi, dan kewirausahaan.

“Kemampuan teknis penting, tapi kemampuan beradaptasi dan berwirausaha juga harus diajarkan agar lulusan vokasi bisa bertahan di dunia kerja dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan,” tambahnya.

Kurniasih berharap pemerintah menyiapkan sistem monitoring dan evaluasi yang transparan serta melibatkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar program berjalan efektif.

“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dunia industri, dan masyarakat, saya yakin program ini akan berkontribusi nyata menekan angka kemiskinan,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru