Kemenperin Dukung Kolaborasi Coal to Chemical dengan Beiken Energy Tiongkok, Targetkan Substitusi Impor Kimia

Shanghai, PR Politik – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendukung perusahaan energi asal Tiongkok, Beiken Energy Group Co., Ltd., untuk menjalin kolaborasi strategis dalam pengembangan proyek Coal to Chemical. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat rantai pasok industri kimia nasional melalui pemanfaatan batubara sebagai bahan baku industri petrokimia bernilai tambah tinggi.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri Coal to Chemical untuk menghasilkan produk turunan seperti metanol, olefin, propilena, poliolefin, BDO, dan bahan kimia lanjutan lainnya.

“Kolaborasi dengan Beiken Energy diharapkan mampu mempercepat hilirisasi industri kimia, memperkuat rantai pasok nasional, serta meningkatkan substitusi impor bahan baku kimia,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita usai melakukan pertemuan dengan Beiken Energy Group Co., Ltd. di Shanghai, Tiongkok, Jumat (10/10).

Beiken Energy, yang memiliki kompetensi di bidang rekayasa terintegrasi dan teknologi gasifikasi batubara, berpotensi mendukung transformasi industri batubara Indonesia dari dominasi karbonisasi menuju industri kimia bernilai tinggi. Teknologi Beiken mampu mengoptimalkan pemrosesan batubara kalori rendah.

Meskipun Beiken saat ini belum memiliki investasi di Indonesia, perusahaan tersebut menyatakan ketertarikannya menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan industri Coal to Chemical.

“Teknologi Beiken dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pemrosesan batubara kalori rendah menjadi bahan kimia bernilai tambah. Hal ini sejalan dengan agenda hilirisasi nasional untuk memperkuat struktur industri kimia dasar dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor,” papar Menperin.

Kemenperin berkomitmen menjembatani sinergi antara pelaku industri dalam negeri dan mitra global untuk memperkuat daya saing, transfer teknologi, serta memperluas investasi di sektor kimia hilir.

“Dengan dukungan mitra strategis seperti Beiken Energy, kami optimistis pengembangan proyek Coal to Chemical dapat mempercepat terbentuknya ekosistem industri kimia yang tangguh, efisien, dan berdaya saing global,” imbuh Menperin.

Baca Juga:  Indonesia dan Belarus Sepakati Penguatan Kerja Sama Pertanian, Fokus Peningkatan Ekspor

 

 

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru