Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, drg. Putih Sari, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini disampaikan menyusul meningkatnya kasus keracunan di sejumlah daerah dalam beberapa minggu terakhir yang membuat banyak siswa harus mendapat penanganan medis.
“Kasus keracunan tidak boleh dianggap sekadar angka statistik. Keselamatan penerima manfaat harus jadi prioritas utama. Standar kita harus zero accident. Karena itu, evaluasi menyeluruh perlu segera dilakukan agar manfaat besar yang dibawa program ini tidak tertutupi oleh catatan buruk pengelolaan di lapangan,” tegas Putih Sari, Senin (29/9/2025).
Legislator Gerindra itu juga menekankan perlunya koordinasi lintas kementerian dan lembaga. “Kami di Komisi IX akan mendorong BGN segera berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan BPOM untuk mengeluarkan standarisasi keamanan pangan pada program MBG,” lanjutnya.
Putih Sari menilai MBG merupakan investasi jangka panjang dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi, sekaligus penggerak perekonomian lokal. Program ini, katanya, tidak hanya memberi manfaat bagi jutaan siswa, tetapi juga petani, nelayan, pekerja, dan pelaku usaha.
“Program ini sudah dirasakan manfaatnya dan mendapat sambutan baik dari masyarakat. Karena itu menghentikan program ini justru akan menjadi kerugian besar bagi masyarakat Indonesia. Yang perlu dilakukan adalah memastikan perbaikan menyeluruh tata kelola agar program MBG bisa kembali ke tujuan awal sesuai visi Presiden Prabowo, yaitu menciptakan SDM unggul yang berdaya saing tinggi serta menjadi motor penggerak perekonomian lokal,” ujarnya.
Ia pun menghimbau BGN mengevaluasi secara detail setiap teknis penyelenggaraan MBG, mulai dari hulu ke hilir, agar standar keamanan pangan benar-benar terjamin.
“Evaluasi MBG harus detail menyentuh pada setiap mata rantai pasok. Mulai dari sourcing dan penyimpanan bahan baku, proses memasak, quality control, packaging, hingga pengantaran. Perlu ada perhatian khusus pada standar food safety dan pencegahan kontaminasi di setiap prosesnya. Dan yang tidak kalah penting, kualitas gizi tidak boleh dikompromikan dalam setiap porsi yang disajikan,” pungkasnya.
Sumber: fraksigerindra.id















