Surabaya, PR Politik – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG), menggelar Workshop Pembelajaran Mendalam bagi Organisasi Pendidikan Regional I di Surabaya, Jawa Timur, pada 15-17 September 2025. Kegiatan ini digelar dalam rangka memberikan informasi dan pemahaman yang komprehensif tentang Pembelajaran Mendalam (PM) sesuai standar Kementerian kepada organisasi pendidikan.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Kerjasama dan Publikasi, Sekretariat Direktorat Jenderal GTKPG, Kasiman, menegaskan bahwa workshop kali ini didesain khusus bagi para pimpinan organisasi. Tujuannya, agar penyebaran pemahaman mengenai PM lebih cepat dan tidak menimbulkan miskonsepsi dalam pelaksanaannya di lapangan.
“Workshop kali ini didesain khusus untuk pimpinan organisasi pendidikan. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, para pimpinan dapat mengimbaskan konsep pembelajaran mendalam kepada anggotanya sehingga tidak ada lagi miskonsepsi di lapangan,” ujar Kasiman.
Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Timur, Abu Khaer, menyoroti terkait Pembelajaran Mendalam yang dinilainya sebagai jawaban atas tantangan pendidikan abad ke-21. Ia menekankan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi perubahan yang cepat dan tidak terduga.
“Transformasi pendidikan harus menyesuaikan dengan perubahan yang begitu cepat, termasuk kehadiran teknologi dan kecerdasan artifisial. Pendekatan pembelajaran mendalam mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi, penerapan pengetahuan dalam konteks nyata, sekaligus membuat pembelajaran lebih bermakna dan menggembirakan,” ungkapnya.
Abu Khaer juga menambahkan bahwa keberagaman peserta dalam kegiatan ini menjadi modal penting dalam memperkaya perspektif. Dari refleksi kolektif para pimpinan organisasi, diharapkan memperkuat semangat kolaborasi, sehingga Pembelajaran Mendalam diproyeksikan tidak hanya sebagai pendekatan pembelajaran, tetapi juga sebagai strategi membangun daya saing generasi muda Indonesia.
Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI), Agus Sukoco, menilai pentingnya organisasi profesi mendapatkan kesempatan dalam pelatihan ini. Ia menjelaskan bahwa pengawas sekolah yang tergabung dalam APSI memiliki peran besar untuk mendampingi dinas pendidikan, kepala sekolah, maupun guru.
“Penting bagi kami organisasi profesi seperti APSI ini untuk memperoleh pelatihan pembelajaran mendalam. Kami sebagai pengawas berperan untuk mengetahui apa saja yang sudah diperoleh, kemudian dipraktekkan, didiseminasikan, kepada teman-teman yang hari ini belum bisa ikut,” katanya.
Senada, Bima Kurniawan dari Ikatan Guru Tunanetra Inklusif (IGTI) menilai keterlibatan organisasi profesi sebagai langkah progresif yang jarang terjadi sebelumnya. Sementara itu, Nila Kusumaningtyas dari Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) menilai, workshop ini sangat membantu memperjelas konsep pembelajaran mendalam melalui praktik dan diskusi langsung.
“Kami dari sebelumnya memang sudah mensosialisasikan pembelajaran mendalam melalui platform youtube kami, dan ke depan tentu saja kami akan kuatkan dengan pelatihan dan workshop pembelajaran mendalam secara gratis di melalui Himpaudi TV,” tegasnya.
sumber : Kemendikdasmen RI















