Cheroline Chrisye Makalew Desak Kuota Khusus Tenaga Kerja Papua di PT Freeport Indonesia

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Cheroline Chrisye Makalew | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik (18/11) – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Cheroline Chrisye Makalew, menyerukan perlunya kuota khusus bagi putra-putri Papua, terutama bagi mereka yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi namun masih sulit mendapatkan pekerjaan. Permintaan ini ia sampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI di Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI), Gresik, Jawa Timur, pada Jumat (15/11/2024).

“Saya meminta kuota khusus untuk saudara-saudara kami dari Papua. Mereka yang sudah menyelesaikan kuliah di Tanah Jawa tetapi belum mendapatkan pekerjaan. Perlu diperhatikan, kalau bisa ada kuota khusus dari PT Freeport Indonesia untuk putra-putri Papua selaku daerah penghasil sumber daya mineral,” ujar Cheroline.

Saat ini, PT Freeport Indonesia mencatat telah mempekerjakan hingga 22.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi. Dalam masa operasional saat ini, tenaga kerja aktif yang terlibat mencapai 1.474 orang, dengan distribusi geografis yang mencakup:

  • Gresik sebanyak 658 orang (44%)
  • Jawa Timur di luar Gresik sebanyak 442 orang (30%)
  • Wilayah lain di Indonesia sebanyak 348 orang (24%)
  • Expatriat sebanyak 26 orang (2%).

Sebagai legislator NasDem dari Daerah Pemilihan Papua Barat, Cheroline Chrisye menyoroti pentingnya peningkatan kuota tenaga kerja bagi orang asli Papua (OAP), khususnya untuk posisi di wilayah operasional PT Freeport Indonesia di Gresik.

“Sebenarnya sudah ada kuota dari PT Freeport, tapi perlu ditambah, khususnya untuk di Gresik. Kami bukan hanya berharap tapi kami meminta untuk PT Freeport juga merekrut kita punya anak-anak asli Papua,” tegas Cheroline.

Baca Juga: Lestari Moerdijat: Maksimalkan Kebijakan untuk Cegah Kekerasan di Sekolah

Ia juga menekankan bahwa prioritas rekrutmen harus diberikan kepada putra-putri Papua yang memenuhi syarat, baik dari segi pendidikan maupun kriteria sebagai orang asli Papua.

Baca Juga:  Lestari Moerdijat: Pemenuhan Hak Pendidikan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Perlu Dipercepat

“Prioritas ini untuk mereka yang memiliki ciri khas ‘hitam kulitnya, keriting rambutnya,’ yang sudah menyelesaikan pendidikan dan memenuhi syarat untuk bisa bergabung di PT Freeport,” tambahnya.

Permintaan Cheroline mencerminkan aspirasi masyarakat Papua untuk mendapatkan akses kerja yang lebih adil di sektor-sektor strategis nasional, terutama di perusahaan yang beroperasi di daerah penghasil sumber daya alam mereka.

 

Sumber: fraksinasdem.org

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru