Denpasar, PR Politik – Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, menyambut positif kebijakan baru yang akan diterapkan Gubernur Bali, I Wayan Koster, terkait pengelolaan wisatawan asing di Pulau Dewata. Menurutnya, aturan tersebut sangat tepat dan seharusnya sudah diberlakukan sejak awal demi menjaga kualitas sektor pariwisata sekaligus melindungi masyarakat lokal.
“Aturan baru yang akan diberlakukan Pak Gubernur sangat baik dan memang sudah seharusnya dilakukan sejak awal. Kita harus lebih selektif dalam menerima wisatawan asing,” ujar Erna dalam pertemuan Komisi VII DPR dengan Gubernur Bali di Denpasar, Bali, Rabu (2/7/2025).
Dalam pertemuan tersebut, I Wayan Koster mengusulkan agar kunjungan wisatawan asing ke Bali dibatasi melalui kuota, dengan syarat memiliki tiket pulang-pergi serta bukti kepemilikan dana di rekening yang cukup untuk biaya hidup selama tiga bulan terakhir. Kebijakan ini bertujuan menyaring wisatawan asing agar yang datang benar-benar bertanggung jawab dan tidak menimbulkan persoalan.
Erna menyoroti maraknya pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan asing, seperti membuka usaha ilegal, bekerja tanpa izin, hingga terlibat dalam tindakan kriminal di wilayah Bali.
“Jangan sampai turis datang hanya untuk merusak. Seperti yang disampaikan Pak Gubernur, ada wisatawan asing yang melakukan kriminalitas, bahkan mencari pekerjaan dan membuka usaha tanpa izin. Ini jelas tidak kita inginkan,” tegas politisi Partai NasDem tersebut.
Ia menekankan pentingnya mengedepankan wisatawan berkualitas, yaitu mereka yang menghargai budaya, aturan, dan norma yang berlaku di masyarakat lokal. Menurutnya, selektivitas terhadap kunjungan wisatawan asing justru akan meningkatkan nilai dan daya saing pariwisata Bali.
“Wisatawan yang baik adalah wisatawan yang berkualitas. Aturan-aturan itu penting untuk menjaga kesinambungan dan kualitas wisatawan asing yang datang ke Bali,” ujarnya.
Erna juga mengingatkan agar gelombang investasi dan pariwisata tidak meminggirkan warga Bali sendiri. Ia mendorong pemerintah untuk tetap memastikan masyarakat lokal dilibatkan dan mendapatkan manfaat nyata dari pesatnya perkembangan sektor pariwisata di daerah mereka.
“Jangan sampai demi menarik wisatawan asing dan investor, kita menyampingkan masyarakat lokal. Masyarakat lokal harus dilindungi, diberdayakan, dan diberikan ruang untuk membangun daerahnya sendiri,” tuturnya.
Lebih lanjut, Erna menegaskan pentingnya kebijakan pariwisata yang tidak hanya mengejar jumlah wisatawan semata, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan, ketertiban, serta keadilan sosial bagi masyarakat lokal sebagai ujung tombak industri pariwisata Bali.
Sumber: fraksinasdem.org















