Jakarta, PR Politik (12/11) – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Mahfudz Abdurrahman, menyatakan dukungannya terhadap arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memasukkan Coding dan Artificial Intelligence (AI) ke dalam kurikulum sekolah. Ia berharap inisiatif ini bisa segera diimplementasikan, dimulai dari tingkat SD dan SMP.
“Kita mendukung upaya akselerasi kurikulum untuk SD dan SMP, sekarang adalah momen yang tepat. Kita apresiasi langkah cepat Menteri Abdul Mu’ti, yang sudah menyatakan Coding dan Artificial Intelligence jadi mata pelajaran pilihan, disesuaikan dengan kemampuan dan fasilitas sekolah,” ujar Mahfudz usai Rapat Koordinasi evaluasi pendidikan dasar dan menengah di Jakarta Selatan.
Mahfudz menyampaikan bahwa dalam rapat koordinasi yang dihadiri para pimpinan Komisi X DPR RI, semua sepakat untuk mendukung kurikulum pilihan ini dan berharap implementasinya dapat dimulai pada tahun depan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaannya harus dilakukan bertahap mengingat kebutuhan sarana prasarana yang tidak murah.
“Pelaksanaan awal bisa di sekolah negeri dan swasta yang fasilitas pendukungnya sudah ada,” katanya.
Mahfudz Abdurrahman turut mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya Indonesia mampu memproduksi sendiri teknologi yang selama ini hanya diimpor. Ia menganggap pernyataan ini sebagai peringatan penting bagi bangsa Indonesia.
“Saya mengutip sambutan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang tegas mengatakan bahwa kita diberi semua elemen untuk menjadi negara maju, tapi tidak bisa bikin mobil, motor, atau komputer. Ini jadi pengingat bagi kita untuk tidak hanya menjadi pasar, tapi menjadi produsen di negeri sendiri,” ungkap Mahfudz.
Menurut Mahfudz, langkah memasukkan Coding dan AI ke dalam kurikulum adalah terobosan yang adaptif dan sangat dibutuhkan agar Indonesia siap menghadapi tantangan masa depan. Ia menegaskan pentingnya dukungan APBN dan APBD untuk penyediaan fasilitas dan pelatihan guru. Komisi X DPR RI, tambahnya, siap mendukung alokasi anggaran dalam APBN untuk tujuan ini.
“Mulai dari pendidikan dasar dan menengah, walau sebagai mata pelajaran pilihan, kita harapkan nantinya bisa diwajibkan saat sarana pendukung semakin lengkap. Komisi X akan mendukung penuh dalam pembahasan anggaran untuk program ini,” ucap Mahfudz.
Di akhir keterangannya, Mahfudz menyampaikan motivasi kepada para guru agar melihat mata pelajaran Coding dan AI sebagai peluang memperkaya pendidikan bangsa.
“Harapan saya kepada para guru, anggap ini bukan beban baru, tapi kesempatan memperkaya sumbangsih bagi peradaban dan masa depan bangsa. Agar anak didik kita siap menghadapi tantangan dengan percaya diri,” tutupnya.
Sumber: fraksi.pks.id















