Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing manufaktur nasional dengan fokus pada penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang kompeten dan adaptif. Langkah ini menjadi pilar strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus menyongsong visi pembangunan Indonesia Emas.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa sektor industri pengolahan non-migas tetap menunjukkan performa tangguh meski berada di bawah tekanan global. Hal ini dibuktikan dengan indeks PMI manufaktur Maret 2026 yang tetap ekspansi di level 50,1 serta kontribusi industri terhadap PDB nasional yang mencapai 19,07 persen pada akhir 2025.
“Kemenperin proaktif melaksanakan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan industri manufaktur karena sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi nasional,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/4).
Guna mendukung performa tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin sukses menyelenggarakan program “Kelas Industri” melalui kolaborasi dengan PT Mayora Indah, Tbk. Program ini baru saja meluluskan 111 siswa dari SMK-SMTI Pontianak dan SMK-SMTI Padang pada Rabu (8/4).
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan bahwa kurikulum yang dijalankan dirancang secara kolaboratif bersama praktisi industri. “Hal ini dilakukan agar lulusan yang dihasilkan benar-benar siap memenuhi kebutuhan dunia kerja,” jelasnya. Keberhasilan program ini terbukti dengan terserapnya 73 lulusan yang langsung diterima bekerja di unit usaha PT Mayora Indah, Tbk.
HRD Manager Regional PT Mayora Indah, Tbk, Soekma Swasono Darmawan, mengakui keunggulan kualitas lulusan sekolah vokasi di bawah naungan Kemenperin dibandingkan institusi lainnya.
“Dari 10 lebih total sekolah yang bekerja sama dengan Mayora, hanya sekolah dari Kemenperin yang masuk ke dalam program Mayora Academy dan diterima langsung bekerja dengan waktu probation enam bulan. Sekolah lainnya harus jadi outsourcing dalam tiga tahun, baru bisa menjalani asesmen untuk jadi karyawan tetap,” ungkapnya.
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, berharap para lulusan dapat memberikan kontribusi nyata bagi inovasi dunia industri nasional. Ia juga mengajak generasi muda untuk bergabung dengan unit pendidikan vokasi milik Kemenperin.
Saat ini, Kemenperin telah membuka pendaftaran siswa dan mahasiswa baru melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026. Masyarakat yang berminat dapat mengakses pendaftaran hingga Mei 2026 melalui tautan resmi jarvis.kemenperin.go.id.
Sinergi antara dunia pendidikan dan industri ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem tenaga kerja yang stabil, mengurangi angka pengangguran terdidik, serta mempercepat transformasi industri 4.0 di Indonesia.
sumber : Kemenperin RI















