Jakarta, PR Politik (25/11) – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Wihadi Wiyanto, menegaskan pentingnya diversifikasi ekonomi Bali guna menciptakan keberlanjutan dan pemerataan ekonomi di Pulau Dewata. Meski sektor pariwisata menyumbang sekitar 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Bali dengan mencatatkan 13,5 juta kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara pada 2023, Wihadi melihat perlunya pengembangan sektor lain untuk mengurangi ketergantungan pada pariwisata.
“Peningkatan ekonomi Bali harus melibatkan masyarakat setempat. Dukungan terhadap UMKM dan ekonomi kreatif tidak hanya memperkuat daya saing, tetapi juga menjadi solusi untuk pemerataan ekonomi,” ujar Wihadi usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Banggar ke Denpasar, Kamis (21/11/2024).
Baca Juga: Sosialisasi 4 Pilar MPR RI: Muh. Haris Libatkan Guru untuk Kokohkan Pondasi Kebangsaan
Wihadi Wiyanto menyebut bahwa Bali memiliki lebih dari 60.000 pelaku UMKM yang berpotensi menjadi penggerak utama perekonomian lokal. Politisi Fraksi Partai Gerindra ini juga menyoroti pentingnya alokasi dana yang tepat sasaran untuk sektor UMKM, yang menurutnya dapat menciptakan efek domino positif bagi perekonomian Bali.
“Diharapkan dengan meluasnya UMKM di Bali, dapat tercipta lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing produk lokal, dan memperluas akses pasar hingga ke kancah global,” tambahnya.
Wihadi mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan lebih besar kepada sektor UMKM melalui kebijakan dan pendanaan yang berpihak pada pelaku usaha kecil. Langkah ini, menurutnya, adalah solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan ekonomi Bali pada sektor pariwisata sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Diversifikasi ekonomi adalah langkah strategis untuk masa depan Bali yang berkelanjutan. Dengan UMKM yang kuat, ekonomi lokal akan lebih tangguh, bahkan dalam situasi sulit seperti saat pandemi,” pungkasnya.
Sumber: fraksigerindra.id















