Atambua, PR Politik – Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyatakan dukungan terhadap pembentukan kawasan perdagangan bebas (free trade zone) di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Pernyataan itu disampaikannya saat melakukan reses di Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/6/2025).
Menurut Viktor, pembentukan kawasan perdagangan bebas di perbatasan tidak semata soal kedaulatan negara, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan budaya yang berpotensi memberikan manfaat besar bagi kedua negara.
“Kita bicara soal wilayah perbatasan dengan Timor Leste. Dalam semangat ini, kita tidak hanya bicara kedaulatan, tapi juga dorongan ekonomi dan budaya yang saling menguntungkan,” kata Viktor.
Mantan Gubernur NTT periode 2018–2023 ini meyakini bahwa jika kawasan perdagangan bebas tersebut terealisasi, maka dampaknya akan sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di sejumlah wilayah Pulau Timor, seperti Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Malaka.
Ia menjelaskan bahwa wacana ini saat ini masih berada dalam tahap pembahasan antara Kementerian Luar Negeri Indonesia dan pemerintah Timor Leste. Oleh karena itu, Viktor mendorong agar proses finalisasi dan realisasi kawasan tersebut dipercepat.
“Ini harus terus didorong agar bisa terealisasi dalam beberapa tahun ke depan. Perdagangannya akan luar biasa dan memberikan keuntungan bagi daerah-daerah perbatasan,” ujarnya.
Viktor juga menyoroti posisi strategis NTT yang berbatasan langsung dengan beberapa distrik di Timor Leste sebagai modal penting dalam membangun kerja sama ekonomi lintas negara. Kabupaten TTU berbatasan langsung dengan Distrik Oecusse, Belu dengan Bobonaro dan Maliana, sementara Malaka berbatasan dengan Distrik Covalima.
“RDTL (Republik Demokratik Timor Leste) sangat tergantung pada ekspor komoditas, sementara mereka kekurangan barang. Kita punya banyak barang yang mereka butuhkan. Ini potensi besar bagi perekonomian NTT,” tegas anggota Komisi I DPR RI itu.
Meski demikian, Viktor menekankan pentingnya menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah. Ia mengingatkan bahwa kawasan perdagangan bebas harus steril dari berbagai aktivitas ilegal yang dapat merusak stabilitas nasional.
Ia menegaskan, kawasan ini harus bebas dari aktivitas ilegal seperti penyelundupan senjata, narkotika, dan terorisme.
Sumber: fraksinasdem.org















