Bandung, PR Politik – Kota Bandung menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan limbah dengan produksi sampah mencapai 1.500 ton per hari, di mana 44,51 persen di antaranya merupakan sampah organik. Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP Bandung) menginisiasi program Green Jobs Class Chapter Bandung pada Sabtu (14/2).
Program ini merupakan kolaborasi strategis antara pemerintah dengan Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan, Green Future Guardian Chapter, dan Inovasi Muda. Agenda ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus praktik langsung pengolahan sampah organik kepada masyarakat.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru di sektor hijau.
“Melalui pengelolaan sampah yang baik, beban TPA dapat dikurangi, dampak lingkungan dapat ditekan, serta dihasilkan kompos yang memiliki nilai guna. Inilah contoh bagaimana persoalan lingkungan dapat diubah menjadi peluang kerja yang produktif,” ujarnya saat menghadiri kegiatan di BBPVP Bandung.
Kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa serta pegiat lingkungan yang tergabung dalam komunitas Gorong-gorong Bersih (GOBER) dan Gerakan Olah Sampah (GASLAH). Pelatihan difokuskan pada pengolahan sisa makanan dan dedaunan menjadi produk bernilai ekonomi seperti kompos.
Diharapkan, para peserta tidak hanya berhenti pada tahap belajar, namun mampu menjadi motor penggerak pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah untuk mengembangkan green jobs atau pekerjaan hijau di tingkat komunitas guna menekan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
sumber : Kemnaker RI















