Kairo, PR Politik – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Anis Matta, menyerukan pentingnya penguatan kolektivitas dunia Islam dalam merespons dinamika geopolitik global yang kian tidak menentu. Hal tersebut disampaikan dalam seminar bertajuk “Indonesia and Integration into the Islamic World: New Roadmap” yang digelar atas kerja sama Al Hewar Center dan KBRI Kairo di Mesir, Rabu (4/2).
Dalam forum tersebut, Wamenlu Anis memaparkan bagaimana Indonesia berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan jati diri kebangsaan melalui Pancasila, yang mencakup prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan.
“Proses tersebut telah membentuk Indonesia sebagai negara Muslim yang demokratis, modern, dan stabil, serta mampu berkontribusi di tingkat regional dan global,” ujarnya. Ia menilai Pancasila sangat relevan menjadi model bagi negara-negara Muslim lainnya di tengah kekacauan sistemik dunia saat ini.
Wamenlu Anis menyoroti masalah fragmentasi yang masih melanda dunia Islam serta menurunnya kepercayaan publik internasional terhadap tata kelola global. Indonesia, menurutnya, siap mengambil peran sebagai jembatan kemitraan melalui otonomi strategis yang dimilikinya.
“Indonesia, sebagai negara dengan komunitas Muslim terbesar yang demokratis, stabil, dan memiliki otonomi strategis, siap membangun kemitraan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia Islam,” tegasnya.
Para akademisi dan diplomat Mesir yang hadir menyambut baik visi tersebut. Mereka memandang Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat integrasi dunia Islam, dengan memposisikan Mesir sebagai pintu masuk (hub) utama menuju kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Seminar ini menghasilkan beberapa poin rekomendasi konkret, antara lain:
-
Penguatan Kerja Sama Think Tank: Kolaborasi riset untuk memetakan tantangan masa depan.
-
Diplomasi Media: Promosi narasi positif Islam Indonesia dan kerja sama Selatan-Selatan melalui penerjemahan karya literatur.
-
Ekonomi: Fasilitasi pertemuan bisnis (business matching) di setiap agenda kunjungan kenegaraan.
Upaya ini diharapkan dapat melahirkan peta jalan baru yang memperkuat posisi tawar dunia Islam di panggung internasional secara mandiri dan kompetitif.
sumber : Kemlu RI















