Sukamta Soroti Dampak Kesepakatan Tarif Trump 19%, Waspadai Ancaman Produk Luar

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta, menyoroti sejumlah dampak yang timbul dari kesepakatan tarif Trump 19%. Menurutnya, kesepakatan tersebut menyimpan peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia dalam konteks perdagangan dan ekonomi nasional.

“Pemerintah pastinya sudah berhitung untung rugi untuk Indonesia, sebelum adanya kesepakatan dengan Trump,” ujar anggota DPR RI dari daerah pemilihan DI Yogyakarta itu.

Ia menjelaskan, salah satu dampak langsung dari kesepakatan ini adalah potensi penurunan neraca perdagangan Indonesia terhadap Amerika Serikat, yang sejak 2020 tercatat mengalami surplus. Bahkan, kondisi ini bisa berbalik menjadi defisit.

Tak hanya itu, Sukamta menilai kesepakatan ini juga membuka peluang masuknya produk luar negeri, khususnya produk Amerika, ke pasar Indonesia tanpa hambatan tarif. Konsekuensinya, produk-produk tersebut bisa ditawarkan dengan harga lebih ekonomis dan turut menciptakan standar harga baru bagi produk luar lainnya.

“Yang berpotensi terancam adalah produk-produk lokal. Bagaimana produk-produk lokal bisa bersaing dengan produk-produk luar tersebut,” paparnya.

Menurut Sukamta, meskipun harga produk yang lebih murah dapat menguntungkan konsumen di tengah kondisi daya beli yang menurun, kondisi ini sekaligus menekan daya saing produk dalam negeri.

Namun demikian, ia melihat sisi positif dari kesepakatan ini. Menurutnya, posisi Indonesia semakin diperhitungkan oleh Amerika Serikat dalam konteks geoekonomi. Ia mencatat bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam satu dekade terakhir.

“Indonesia sedikit demi sedikit naik kelas dalam geliat ekonomi global. PDB per kapita Indonesia menunjukkan tren positif satu dekade terakhir. Meski Indonesia belum bisa dikategorikan ke dalam negara maju, tapi kita optimis dengan tren yang positif, kita on the track ke arah sana,” jelasnya.

Baca Juga:  Fraksi Gerindra Setujui RUU KUHAP, Tegaskan Fondasi Pembaruan Sistem Peradilan Pidana

Sukamta pun berharap posisi Indonesia yang semakin strategis secara ekonomi dapat digunakan untuk meningkatkan daya tawar dalam kancah global, tak hanya dalam isu perdagangan, tapi juga dalam agenda politik internasional.

“Salah satunya soal upaya menciptakan perdamaian di Timur Tengah dan kemerdekaan Palestina secara penuh,” harapnya.

Sumber: fraksi.pks.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru