Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Sri Wulan, meminta Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) segera mengembalikan selisih biaya perjalanan ibadah haji kepada jamaah yang berhak menerimanya.
“Pertanyaan jamaah itu, kapan uangnya akan dikembalikan, karena merupakan hak jamaah,” kata Wulan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII dengan Ditjen PHU Kementerian Agama, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/4/2025).
Biaya perjalanan ibadah haji tahun 2025 tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2024. Hal ini berdampak pada adanya kelebihan pembayaran dari para jamaah yang telah melunasi biaya pada 2024, namun baru diberangkatkan pada 2025. Wulan menekankan bahwa kelebihan bayar tersebut adalah hak jamaah yang harus dikembalikan secara transparan dan tepat waktu.
“Jadi mohon nanti di detailkan, mumpung ini didengarkan seluruh jamaah semuanya. Jadi tahu jamaah yang membayar lebih, kapan bisa menerima uangnya kembali,” tandasnya.
Selain soal pengembalian biaya, Wulan juga menyoroti kesiapan teknis penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025. Ia meminta Kemenag memastikan seluruh aspek layanan, mulai dari konsumsi, akomodasi, hingga transportasi jamaah, telah disiapkan secara matang, baik selama di Indonesia maupun di Arab Saudi.
“Kita minta penjelasan bahwa tadi disampaikan oleh badan penyelenggara ada syarikah (perusahaan bertanggung jawab penyedia layanan) yang belum siap. Makanan siap saji yang tadi tiga syarikah. Itu sebenarnya seperti apa? Ada tiga yang tidak siap,” kata Wulan.
Perhatian juga diberikan terhadap kesiapan maskapai penerbangan yang akan mengangkut jamaah haji asal Indonesia. Tahun ini, para jamaah dijadwalkan berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, dan Saudia Airlines.
Menurut Wulan, tidak semua jamaah haji terbiasa dengan perjalanan udara. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya edukasi bagi jamaah terkait keselamatan penerbangan dan cara penggunaan fasilitas di dalam pesawat.
“Ini penting karena perjalanan dengan pesawat tidak sebentar. Jadi paling tidak kita juga membekali jamaah, bagaimana menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada di pesawat. Kita belum lihat apakah ini sudah dilakukan atau belum,” pinta Wulan.
Sumber: fraksinasdem.org















