Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VI DPR RI, Sartono Hutomo, menilai bahwa dampak perang tarif yang diterapkan Amerika Serikat terhadap produk ekspor Indonesia harus dijadikan momentum untuk memperkuat ketahanan ekonomi domestik. Menurutnya, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mendorong penguatan sektor UMKM sebagai tulang punggung pasar domestik.
“Mendorong UMKM sebagai alternatif pasar domestik perlu dilakukan dengan memberikan insentif untuk meningkatkan kapasitas produksi, digitalisasi guna memperluas akses pasar, dan efisiensi operasional,” ujar Sartono, Jumat (4/4/2025).
Politisi Partai Demokrat itu menekankan pentingnya dukungan logistik dan distribusi agar produk UMKM lebih kompetitif terhadap produk impor, baik di pasar nasional maupun global.
Lebih lanjut, Sartono mendorong diversifikasi pasar ekspor untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar Amerika Serikat. Ia menilai kampanye cinta produk lokal harus dimasifkan agar mendorong minat pasar domestik dan luar negeri terhadap produk Indonesia.
“Mengurangi ketergantungan pada produk impor dari AS bisa menjadi pemicu tumbuhnya kemandirian ekonomi nasional,” katanya.
Sartono juga menyoroti pentingnya peningkatan daya saing industri dalam negeri. Salah satu langkah konkret yang dia tawarkan adalah hilirisasi industri manufaktur untuk memastikan bahan baku dan produk setengah jadi dapat diproses di dalam negeri.
“Memperkuat industri lokal dan mendorong substitusi produk impor, serta membangun kemitraan strategis antara industri besar dan UMKM dalam mendukung rantai pasok nasional merupakan langkah penting,” ujar Ketua Departemen Pemberdayaan Masyarakat DPP Partai Demokrat itu.
Dalam pandangannya, pemerintah harus responsif dan tanggap terhadap kondisi global dengan kebijakan yang mendukung ketahanan ekonomi rakyat serta sektor produktif nasional. Ia menekankan bahwa ketahanan ekonomi tidak hanya dibangun lewat ekspor, tetapi juga dengan memperkuat industri lokal yang berorientasi domestik.
“Perlu kesadaran kolektif, baik dari produsen maupun konsumen, untuk memperkuat ekosistem industri dalam negeri agar kita tidak selalu bergantung pada ekspor,” tuturnya.
Sartono juga mengingatkan bahwa negara memiliki peran kunci dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri nasional. Hal itu bisa dilakukan melalui regulasi yang berpihak pada produk dalam negeri, insentif bagi UMKM dan industri strategis, serta peningkatan daya beli masyarakat melalui pemerataan ekonomi.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa semua langkah tersebut harus ditopang oleh tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif agar dapat menghasilkan dampak yang optimal.
“Tanpa tata kelola yang bersih dan efektif, semua upaya itu tidak akan mencapai hasil maksimal,” pungkasnya.
Sumber: fraksidemokrtat.com















