Bogor, PR Politik – Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyerukan perhatian serius dari pemerintah terhadap keberlangsungan industri semen nasional yang tengah menghadapi tantangan over supply. Ia menilai sektor ini memiliki peran krusial tidak hanya dalam mendukung pembangunan, tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah.
“Industri ini menyerap banyak tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung, sehingga keberlanjutannya perlu dijaga,” ujar Saleh saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII ke pabrik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Senin.
Saleh menegaskan bahwa industri semen harus tetap dipandang sebagai sektor strategis nasional. Menurutnya, keberadaan industri ini berperan dalam mendorong sektor-sektor lain seperti logistik dan perdagangan bahan bangunan. Ia mencontohkan bagaimana toko-toko bangunan di berbagai daerah sangat bergantung pada pasokan semen dari produsen nasional, menciptakan efek domino dalam perputaran ekonomi lokal.
Jaringan distribusi semen yang tersebar secara nasional juga melibatkan ribuan pengecer dan jalur logistik, yang menurut Saleh, menjadi alasan mengapa pengelolaan sektor ini tidak bisa hanya dipandang dari sisi kelebihan kapasitas produksi saja.
Dalam hal ini, Komisi VII DPR RI mendukung adanya moratorium terhadap izin baru pembangunan pabrik semen guna menekan kelebihan suplai. Namun Saleh mengingatkan, kebijakan itu tidak boleh menghambat kelangsungan operasional pabrik yang sudah ada.
“Bukan hanya agar mereka bertahan, tapi juga agar bisa berkembang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk menyusun regulasi yang berbasis data akurat dan kebutuhan riil di lapangan agar pertumbuhan kapasitas produksi tetap sejalan dengan permintaan pasar. Saleh berharap pengendalian perizinan yang kini berada di tangan pemerintah pusat bisa menciptakan tata kelola industri semen yang lebih terukur, sehat, dan berkelanjutan.
Sumber: fraksipan.com















