Saan Mustopa Soroti Kesiapan PPIH Arab Saudi Sambut Jemaah Haji Indonesia di Madinah

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Saan Mustopa | Foto: Istimewa

Madinah, PR Politik – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Saan Mustopa, memberikan perhatian serius terhadap kesiapan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dalam menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Madinah. Saan menyampaikan sejumlah catatan krusial kepada Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah sebagai bagian dari evaluasi dan pengawasan layanan haji.

“Kita baru selesai rapat dengan Daker Madinah di bawah kepemimpinan Pak Makki. Kami ingin memastikan skema kedatangan jemaah haji dari Makkah ke Madinah, dan selanjutnya ke bandara untuk kembali ke Tanah Air berjalan dengan lancar,” kata Saan, di Madinah, Arab Saudi, Kamis (12/6/2025).

Wakil Ketua DPR RI itu menjelaskan bahwa terdapat 100.265 jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang akan tiba di Madinah untuk menjalani rangkaian ibadah arba’in, berziarah ke Raudhah, serta makam Nabi Muhammad SAW. Ia menekankan pentingnya keadilan akses bagi seluruh jemaah untuk bisa masuk ke Raudhah.

“Kepala Daker Madinah harus benar-benar bekerja keras memetakan dan mendata seluruh jemaah. Jangan sampai ada yang terlewat. Harus ada kerja sama yang solid antara petugas dan syarikah agar semua bisa masuk ke Raudhah,” tegasnya.

Selain persoalan akses Raudhah, Saan juga menyoroti aspek pengelolaan hotel di Madinah. Ia meminta agar kejadian yang sempat terjadi di Makkah, di mana beberapa jemaah terkatung-katung menunggu kamar, tidak kembali terulang.

“Dengan lebih dari 50 hotel yang digunakan, penting memastikan jemaah langsung bisa masuk ke kamar dan beristirahat tanpa menunggu lama,” ujarnya.

Pada aspek konsumsi, Saan menegaskan pentingnya distribusi makanan dilakukan tepat waktu dan merata kepada seluruh jemaah. Ia menilai keterlambatan distribusi makanan seperti yang dialami sebagian jemaah di Makkah tidak boleh kembali terjadi.

Baca Juga:  Nurwayah Dukung Kebijakan Fiskal Berkeadilan untuk Kesejahteraan Rakyat

“Jangan sampai makan pagi datangnya siang, makan siang datangnya malam, bahkan ada yang tidak datang sama sekali. Ini hal-hal yang tidak boleh terulang,” tandas Saan.

Poin terakhir yang menjadi perhatian adalah pelayanan terhadap jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Saan meminta seluruh petugas untuk melayani dengan empati dan kelembutan agar para lansia dan disabilitas merasa nyaman dan terlayani dengan baik.

“Lansia dan disabilitas harus mendapatkan perhatian lebih. Petugas wajib melayani dengan hati agar mereka bisa mengakses tempat-tempat yang menjadi tujuan ibadah mereka,” kata Saan.

Saan Mustopa menegaskan, seluruh catatan tersebut menjadi fokus utama Timwas DPR RI dalam memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik selama berada di Madinah.

Sumber: fraksinasdem.org

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru