Jakarta, PR Politik – Suasana haru menyelimuti ruang rapat Komisi V DPR RI saat Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, menyampaikan kegelisahannya terkait ketimpangan pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di wilayah pelosok Maluku. Ungkapan emosional itu disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam forum resmi tersebut, Saadiah dengan suara bergetar menggambarkan kondisi memprihatinkan yang masih dirasakan masyarakat di daerah-daerah terpencil di Maluku. Ia membandingkan kenyamanan infrastruktur di ibu kota dengan akses jalan yang hampir tak tersentuh pembangunan di kampung halamannya.
“Ketika saya naik mobil dari rumah menuju DPR, saya melintasi aspal yang halus dan licin. Namun, di saat yang sama, saya teringat daerah-daerah seperti Batabual, Kilmuri, Inamosol… yang bahkan belum pernah merasakan aspal, jalan layak, atau jembatan yang kokoh,” ungkap Saadiah.
Politisi PKS asal Maluku ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak bisa dipandang sekadar sebagai proyek teknis. Ia menyebutnya sebagai pengejawantahan dari sila kelima Pancasila—Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Karena itu, ia mendesak agar pemerintah, khususnya Kementerian PUPR, benar-benar mengedepankan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan timur dan daerah-daerah tertinggal.
“Yang kami minta bukan belas kasihan, tapi rasa keadilan. Masyarakat di daerah-daerah tertinggal juga berhak merasakan jalan yang layak, jembatan yang aman, dan akses infrastruktur yang memadai,” tegasnya.
Saadiah juga menyampaikan harapannya agar wilayah-wilayah terpencil dijadikan prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ke depan. Ia menekankan bahwa infrastruktur yang adil merupakan pintu masuk utama untuk membangun akses yang lebih luas terhadap pendidikan, kesehatan, dan perekonomian bagi masyarakat.
“Menurut kami, infrastruktur yang adil adalah kunci untuk membuka akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali,” tutup Saadiah Uluputty.
Sumber: fraksi.pks.id















