Ranupani Alami Sedimentasi Parah, Perempuan Bangsa Desak Kesadaran Kolektif Jaga Kelestarian Lereng Tengger

Lumajang, PR Politik – DPP Perempuan Bangsa menggelar sarasehan bertajuk “Ngobrol Lingkungan” bersama para pegiat ekologi Tengger di kawasan wisata Ranupani, Lumajang, Sabtu (2/5). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus aksi nyata untuk merespons kondisi lingkungan di salah satu ikon alam Jawa Timur tersebut yang kian memprihatinkan.

Sekretaris Jenderal DPP Perempuan Bangsa, Nur Nadlifah, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk komitmen politik dan sosial terhadap isu lingkungan yang kini menjadi agenda mendesak.

“Kami hadir di sini tidak lain sebagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan. Kami melihat langsung bagaimana kondisi Ranupani hari ini, dan ini menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukan sekadar wacana, tapi tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari diri kita sendiri,” ujarnya di hadapan ratusan kader.

Pemerhati alam dan ekologi Ranupani, Cak Yo, mengungkapkan fakta lapangan yang mengkhawatirkan. Menurutnya, luas permukaan dan kedalaman danau Ranupani mengalami penyusutan signifikan akibat sedimentasi tanah yang terbawa aliran air dari ladang pertanian di sekitarnya.

“Alam itu punya cara untuk membalas keburukan yang dilakukan manusia. Dulu Ranupani ini luas, tapi sekarang menyusut karena sedimentasi tanah. Salah satu penyebabnya adalah perubahan lahan menjadi ladang pertanian. Ketika hujan turun, tanah terbawa aliran air dan akhirnya mengendap di Ranupani,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sebagai kawasan konservasi, penanganan Ranupani tidak bisa dilakukan sembarangan, termasuk dalam hal reboisasi. Jenis vegetasi yang dipaksakan justru berisiko merusak keseimbangan ekosistem lokal.

“Tidak semua jenis pohon bisa ditanam di sini. Ranupani adalah kawasan konservasi, jadi kalau dipaksakan justru bisa merusak. Bahkan tanaman buah-buahan sulit untuk berbuah. Jenis tanaman yang cocok biasanya seperti cemara gunung, kesek khas Tengger, dan tunjung,” paparnya.

Baca Juga:  Jazilul Fawaid Minta Pemerintah Dukung Pengembangan Seni Qasidah sebagai Media Dakwah Islam

Selain diskusi, rangkaian acara ini diisi dengan aksi bersih-bersih lingkungan yang melibatkan ratusan peserta. Nur Nadlifah mengajak masyarakat untuk berhenti saling menunggu dalam menjaga alam dan segera memulai dari langkah-langkah kecil secara mandiri.

“Kesadaran lingkungan harus kita mulai dari diri kita sendiri, bukan dari orang lain. Karena itu mari kita jaga alam di sekitar kita, kita rawat lingkungan sebaik mungkin, agar warisan indah alam ini tidak berhenti di sini, tapi bisa dinikmati generasi mendatang,” tambahnya.

Cak Yo berharap kepedulian yang ditunjukkan oleh Perempuan Bangsa dapat menjadi katalisator bagi kebijakan yang lebih strategis di tingkat pusat. Ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak opini publik dalam menyuarakan isu lingkungan.

“Kami berharap juga ibu-ibu di luar bisa turut menyuarakan urgensi pengembalian Ranupani seperti dulu lagi. Syukur-syukur bisa disuarakan sampai ke pusat,” pungkasnya.

Kegiatan sarasehan ini turut dihadiri oleh Pembina DPP Perempuan Bangsa Rustini Muhaimin, Ketua Bidang Kesehatan dan Lingkungan Dimas Pahlawanita, serta jajaran aktivis lingkungan setempat yang berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi produktif demi masa depan kawasan Tengger.

sumber : PKB

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru