Ekspor Tumbuh 19 Persen, Menperin Dorong Diversifikasi Produk IKM Kerajinan Cirebon Tembus Pasar Global

Jakarta, PR Politik – Sektor industri kerajinan nasional terus menunjukkan taji sebagai penyumbang devisa negara sekaligus penyerap tenaga kerja yang masif. Guna mempertahankan tren positif tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) gencar melakukan akselerasi daya saing melalui strategi diversifikasi produk.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa kunci utama agar produk kerajinan Indonesia tetap kompetitif di pasar global adalah kemampuan perajin dalam menjawab kebutuhan pasar yang menginginkan produk unik namun tetap fungsional.

“Konsumen dan buyer produk kerajinan kini semakin menyukai produk yang spesifik, unik, namun tetap memiliki fungsi yang baik, serta memiliki nilai tambah yang berbeda dari lainnya. Karena itu, diversifikasi produk menjadi kunci penting agar produk kerajinan Indonesia semakin kompetitif melalui berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan dan selera pasar,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (3/5).

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kemenperin, industri barang kerajinan nasional mencatatkan kinerja gemilang. Pada tahun 2025, nilai ekspor mencapai USD 806,63 juta, naik 15,46 persen dibanding tahun sebelumnya. Momentum ini berlanjut pada Januari 2026 dengan kenaikan nilai ekspor sebesar 19,49 persen (year-on-year) mencapai USD 52,38 juta.

Agus Gumiwang menjelaskan bahwa diversifikasi produk merupakan strategi ekspansi horizontal tanpa harus merombak lini produksi dari titik nol. “Diversifikasi produk adalah penambahan ragam produk secara horizontal dengan tetap menggunakan bahan baku dan proses produksi yang hampir sama. Strategi ini bertujuan memperluas segmen dan target pasar tanpa harus membangun lini produksi baru dari awal,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari rangkaian Road to HUT Dekranas 2026, Ditjen IKMA menggelar Pendampingan Teknis Diversifikasi Produk di Kabupaten Cirebon pada 14–17 April lalu. Cirebon dipilih karena statusnya sebagai sentra kerajinan berkualitas yang potensial untuk dikembangkan lebih jauh, terutama dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membaca tren pasar.

Baca Juga:  Gus Ipul Tegaskan Peran Kepala Daerah Sebagai Penentu Siswa Sekolah Rakyat: "Jangan Ada Titip-titipan"

Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menegaskan pentingnya penguasaan platform digital bagi para pelaku IKM. “Pelaku IKM juga dituntut memperkuat strategi pemasaran melalui platform digital agar produk mereka mampu bersaing di pasar domestik dan menjangkau pasar internasional secara lebih luas,” jelasnya.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, berharap sinergi antara pusat dan daerah semakin kuat, terutama dengan disahkannya Perda Kabupaten Cirebon Nomor 1 Tahun 2026 tentang Rencana Pembangunan Industri. Pemerintah daerah melalui Dekranasda juga telah meluncurkan program Akademia Creative Cirebon (ACC) untuk pembinaan intensif.

Program tersebut telah membuahkan hasil nyata. Salah satu IKM binaan yang memproduksi kerajinan kulit kini telah berhasil menembus pasar Rusia.

“Ini membuktikan bahwa pendampingan berkelanjutan mampu membuka akses pasar ekspor bagi IKM daerah,” pungkasnya. Hal ini diharapkan menjadi pemicu bagi produk unggulan Cirebon lainnya, seperti kerajinan rotan, kayu, bambu, hingga batik, untuk semakin mendunia.

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru