Jakarta, PR Politik (10/12) – Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, menyatakan bahwa pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) memiliki potensi besar untuk dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di pesisir selatan Jawa Barat, seperti Pangandaran, yang memiliki sumber daya angin yang cukup besar. Pernyataan ini disampaikan dalam Kunjungan Kerja Komisi XII DPR ke PLTB Tolo Jeneponto di Provinsi Sulawesi Selatan, dalam rangka mendukung transisi energi dan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), pada Senin (9/12/2024).
“PLTB ini merupakan energi baru terbarukan, di mana tenaga angin diubah menjadi listrik. Ini sangat berpotensi dikembangkan di wilayah-wilayah Indonesia, khususnya di daerah kami di Jawa Barat. Pesisir selatan, khususnya di Pangandaran, sangat berpotensi untuk pengembangan PLTB. Kami berharap para investor juga bisa hadir di Pangandaran karena potensinya sangat besar,” ujar Rokhmat.
Dalam kunjungan kerja yang dihadiri oleh PT PLN dan PT Vena sebagai independent power producer (IPP), Rokhmat menekankan bahwa keberadaan PLTB Jeneponto sejalan dengan visi pemerintah mengenai kedaulatan energi, terutama mengingat potensi EBT di Indonesia, khususnya energi angin, yang cukup besar. Data dari PLN menunjukkan bahwa seluruh wilayah Indonesia memiliki potensi energi angin sekitar 155 Gigawatt, namun eksplorasinya masih belum optimal.
“Kunjungan kami ke PLTB Jeneponto ini menjadi inspirasi, sejalan dengan visi Bapak Presiden tentang energi baru dan terbarukan serta kedaulatan energi. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar. Energi baru terbarukan perlu didorong dan didukung agar green energy menjadi cita-cita kita semua, terutama untuk masa depan anak-anak bangsa,” tambah Rokhmat.
Baca Juga: Komisi IV DPR RI Apresiasi Proyek Swasembada Pangan di Papua Selatan
Rokhmat Ardiyan juga mengapresiasi program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh PT PLN, sebagai perusahaan pemasok tenaga listrik. Ia menyebutkan bahwa PLN telah memberikan bantuan penyambungan listrik untuk kelompok masyarakat yang kurang mampu, yang sangat membantu masyarakat mengingat listrik sudah menjadi kebutuhan dasar. “Saya juga melihat bahwa CSR dari PLN memberikan bantuan kepada warga miskin untuk penyambungan listrik. Saya sangat bersyukur atas komitmen PLN ini,” kata Rokhmat.
Dalam kesempatan ini, Rokhmat juga mengingatkan PLN untuk menjamin pasokan listrik selama libur Natal dan Tahun Baru. Ia meminta agar tidak ada wilayah yang terkena pemadaman agar tidak mengurangi suka cita perayaan Nataru dan aktivitas masyarakat selama libur tidak terganggu.
Sumber: dpr.go.id















