Jakarta, PR Politik (31/12) – Kasus kematian sapi akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai muncul kembali, dengan pengaduan dan laporan yang diterima Riyono, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS yang membidangi urusan peternakan. Peternak mengeluhkan sapi mereka yang tiba-tiba sakit, tidak mau makan, dan mengalami luka di kukunya, yang berujung pada kematian.
“Kado akhir tahun 2024 yang kurang mengenakan bagi peternak, PMK banyak menyerang kembali dan mengakibatkan kematian sapi dengan kerugian yang tidak sedikit,” papar Riyono.
Di Desa Kedung Guwo, Kecamatan Sukomoro, data yang terhimpun dari berbagai sumber menyebutkan ada lebih dari 30 ekor sapi mati akibat PMK, dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan, sekitar 60 ekor sapi dilaporkan sakit terkena PMK. Dinas dan DPRD setempat sedang melakukan mitigasi serta penanganan cepat agar tidak merebak luas ke wilayah lain.
Riyono juga terjun langsung ke Kecamatan Plaosan untuk melihat kondisi di kampung susu, dan menemukan banyak sapi perah yang juga terkena PMK. Menurutnya, dampak PMK ini cukup berat bagi peternak kecil, karena sapi yang merupakan “rojo koyo” atau tabungan bagi rakyat kecil hilang seketika akibat serangan PMK. Hal ini tentu akan merugikan peternak kecil dan mengancam tabungan untuk pendidikan anak-anak mereka.
“Saya meminta Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan Provinsi serta Kabupaten untuk bergerak cepat melakukan pencegahan dengan vaksinasi massal serta mendata peternak yang sapinya mati. Saya berharap mereka bisa mendapatkan ganti rugi dari APBN,” tambah Riyono, putra asli Magetan.
Baca Juga: Bahtra Banong Soroti Permasalahan dalam Seleksi PPPK
Percepatan vaksinasi dan mitigasi penyebaran PMK harus segera dilakukan agar tidak meluas. Jawa Timur sebagai sentra ternak nasional harus dijaga, jangan sampai terjadi defisit daging akibat banyaknya kematian ternak.
“Saya mengajak peternak dan juga pemerintah daerah untuk terus bergerak menanggulangi PMK, jangan menunggu kerugian peternak semakin besar. Banyak pasar ternak yang mulai sepi, ini bukti bahwa PMK sudah menjadi ancaman yang harus kita siap atasi,” tutup Riyono.
Sumber: fraksi.pks.id















