Rina Saadah: I-EU CEPA Peluang Emas Tingkatkan Ekspor Produk Perikanan ke Eropa

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Rina Sa’adah | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Rina Sa’adah, menegaskan adanya peluang besar untuk meningkatkan ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar Eropa, seiring dengan segera diberlakukannya Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) pada tahun 2026.

“Pemberlakuan I-EU CEPA pada 2026 tarif bea masuk sebagian besar produk Indonesia ke Eropa menjadi nol persen, termasuk produk perikanan. Ini peluang besar untuk meningkatkan ekspor produk perikanan Indonesia ke Eropa,” ujar Rina di Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Menurut Rina, selama ini berbagai produk perikanan Indonesia yang masuk ke pasar Eropa masih dikenakan tarif tinggi. Misalnya, udang dikenakan bea masuk antara 4–7 persen, sementara untuk ikan tuna dan cakalang bisa mencapai 20 persen. Tak hanya itu, eksportir Indonesia juga masih menghadapi hambatan non-tarif seperti isu kualitas, standar kesehatan, keberlanjutan, hingga sertifikasi produk.

“Untuk itu saya mengajak semua pemangku kepentingan menyambut baik pemberlakuan I-EU CEPA pada 2026 sekaligus menyiapkan menangkap peluang besar meningkatkan ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar Eropa,” papar Rina.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat, nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar Eropa pada tahun 2024 mencapai USD 414,26 juta atau sekitar 7 persen dari total ekspor produk perikanan nasional. Meski mencatatkan peningkatan, Rina melihat potensi ekspor ke Eropa masih bisa diperluas secara signifikan dengan diterapkannya tarif nol persen dalam perjanjian I-EU CEPA.

“Kita perlu mengoptimalkan pasar Eropa untuk mendapatkan devisa dari ekspor produk perikanan,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X itu.

Tak hanya sektor perikanan, Rina juga mendorong agar sektor pertanian Indonesia turut memanfaatkan momentum pemberlakuan I-EU CEPA. Menurutnya, produk pertanian seperti CPO, karet, teh, kakao, kopi, rempah-rempah, vanili, hingga biji pala sudah memiliki posisi kuat di pasar Eropa dan masih berpeluang besar untuk berkembang.

Baca Juga:  Fraksi Gerindra Dukung Uji Klinis Vaksin TBC M72, Budisatrio: Ini Langkah Strategis Menuju Indonesia Bebas TBC

Sebagai informasi, pada Minggu (13/7/2025) telah dilakukan penandatanganan dan pertukaran surat (exchange of letters) antara Pemerintah Indonesia dan Komisi Eropa, sebagai bentuk kesepakatan politik tingkat tinggi guna mempercepat finalisasi perundingan I-EU CEPA. Penandatanganan ratifikasi dijadwalkan berlangsung pada Kuartal III 2025 di Jakarta, dan perjanjian tersebut mulai berlaku efektif pada 2026.

Sumber: fraksipkb.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru