Jakarta, PR Politik (10/12) – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rico Sia, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang meringankan beban masyarakat jelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan menurunkan harga tiket pesawat. Penurunan tiket pesawat tersebut berlaku selama periode Nataru 2024-2025, mulai 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025.
“Insentif ini sebaiknya tidak hanya berlaku selama musim Nataru, melainkan diperluas ke waktu-waktu lain sepanjang tahun,” ungkap Rico saat Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR ke Denpasar, Bali, pada Sabtu (7/12/2024).
Legislator NasDem dari Daerah Pemilihan Papua Barat Daya itu menambahkan bahwa perluasan diskon dapat membantu pemerataan pariwisata, khususnya untuk destinasi di Indonesia Timur, seperti Raja Ampat yang memiliki tempat wisata menarik. “Diskon harga tiket jangan hanya berlaku di masa Nataru. Kalau hanya di waktu libur nasional, UMKM dan masyarakat lokal di Raja Ampat akan terus rugi,” tukas Rico.
Anggota DPR yang sudah duduk di Senayan selama dua periode ini menekankan bahwa aksesibilitas yang lebih terjangkau akan menarik lebih banyak wisatawan ke destinasi-destinasi terpencil, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dan membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang.
Baca Juga: Puan Maharani Ajak Pemuda Indonesia Perangi Korupsi di Hari Antikorupsi Sedunia 2024
Dalam kesempatan tersebut, Rico Sia juga mengusulkan agar pemerintah menjadikan Indonesia Timur sebagai prioritas dalam rencana pengembangan pariwisata nasional. Menurutnya, dukungan terhadap infrastruktur, promosi, dan konektivitas di wilayah itu merupakan langkah penting untuk mengoptimalkan potensi wisata yang selama ini kurang mendapat perhatian. “Raja Ampat adalah salah satu destinasi wisata internasional, tapi akses yang mahal membuatnya kurang diminati wisatawan,” tegasnya.
Rico menambahkan bahwa penurunan harga tiket pesawat harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi ketimpangan pariwisata di Indonesia. “Pemerintah harus mempertimbangkan insentif harga tiket yang berlaku sepanjang tahun untuk wilayah Indonesia Timur. Ini bukan hanya soal pemerataan pariwisata, tetapi juga soal keadilan bagi masyarakat lokal yang mengandalkan sektor ini untuk kehidupan mereka,” pungkasnya.
Sumber: fraksinasdem.org















