Jakarta, PR Politik – Komisi VII DPR RI kini tengah memasuki tahap intensif dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan. Legislator Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menekankan pentingnya regulasi ini sebagai dasar kuat untuk membangun ekosistem pariwisata nasional yang berkelanjutan, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai budaya Indonesia.
“RUU Kepariwisataan ini sedang kami godok dengan serius. Kami ingin memastikan bahwa ekosistem pariwisata nasional tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga menjunjung tinggi budaya, adat istiadat lokal, serta mematuhi kode etik kepariwisataan internasional,” jelas Rahayu Saraswati, Rabu (23/5/2025).
Ketua Umum PP Tunas Indonesia Raya (TIDAR) ini menekankan bahwa orientasi sektor pariwisata tidak boleh semata-mata pada keuntungan jangka pendek. Menurutnya, peran masyarakat lokal harus diperkuat agar menjadi pelaku utama dalam pembangunan pariwisata.
“Masyarakat lokal harus menjadi aktor utama, bukan sekadar penonton di tengah geliat industri pariwisata. Itulah yang kami perjuangkan dalam naskah undang-undang ini,” tambahnya.
Sebagai bagian dari strategi penguatan promosi pariwisata, Rahayu juga mengusulkan pembentukan lembaga independen khusus yang berfungsi mempromosikan destinasi Indonesia di tingkat global. Lembaga ini dirancang seperti Indonesian Tourism Board yang profesional, mandiri, dan tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kami menginginkan adanya lembaga promosi pariwisata yang independen, mandiri, dan inovatif. Lembaga ini bisa menjadi ujung tombak dalam mempromosikan Indonesia sebagai destinasi unggulan di mata dunia, tanpa membebani APBN,” ujarnya.
Ia menilai, promosi pariwisata Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih agresif, konsisten, dan terfokus guna menjawab tantangan yang ada saat ini.
Mengakhiri pernyataannya, Rahayu menegaskan bahwa reformasi sektor pariwisata bukan hanya tentang perubahan regulasi, tetapi juga tentang membangun paradigma baru yang menjadikan pariwisata sebagai alat pemersatu budaya dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Pariwisata Indonesia punya potensi luar biasa. Tapi kita harus membangunnya dengan bijak—dengan hati, dengan nilai, dan dengan visi jangka panjang,” tutupnya.
Sumber: fraksigerindra.id















