Jakarta, PR Politik (9/12) – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, melakukan kunjungan kerja reses ke Provinsi Sumatera Selatan pada Minggu (8/12/2024). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai tantangan, kendala, serta dukungan yang dibutuhkan dalam pengembangan desa wisata, UMKM, dan industri kreatif lokal, khususnya kain tenun songket yang merupakan ciri khas budaya daerah ini.
Rahayu Saraswati menyampaikan bahwa penting bagi desa wisata dan desa ekonomi kreatif untuk memiliki klasifikasi yang jelas. “Tidak semua desa yang mengklaim sebagai desa wisata layak disebut demikian. Standar nasional perlu ditetapkan untuk membedakan desa wisata dengan desa yang lebih berfokus pada produk ekonomi kreatif,” ungkapnya.
Anggota Legislatif yang juga akrab disapa Sara ini menyoroti potensi besar yang dimiliki Sumatera Selatan, seperti produk-produk kreatif berupa kain songket, batik jumputan, dan eco-print, yang memiliki nilai budaya tinggi. Dalam kunjungannya ke Sentra Creative Hub “Fikri Songket,” Sara mengapresiasi upaya pelestarian warisan budaya tersebut dan mendorong agar UMKM lokal terus berkembang. “Industri seperti ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Komisi VII DPR RI menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam pengembangan ekonomi kreatif, termasuk dengan Komisi X DPR RI yang membawahi bidang kebudayaan. Sara juga menyoroti perlunya peningkatan anggaran untuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Kementerian Ekonomi Kreatif perlu didukung dengan anggaran yang memadai agar bisa menjadi fasilitator yang efektif dalam pembinaan, pemasaran, dan pengembangan produk lokal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rahayu Saraswati juga menekankan pentingnya dukungan strategis dari pemerintah untuk memperkuat daya saing produk lokal di pasar domestik dan internasional. Dengan pendekatan hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, media, dan komunitas, Sara berharap sektor ekonomi kreatif dapat berkembang lebih pesat.
Kunjungan kerja ini menyoroti pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan zaman agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tetap relevan dan memberikan manfaat ekonomi, sekaligus melestarikan budaya lokal. Sara menggarisbawahi bahwa kolaborasi berbagai pihak merupakan kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri kreatif global.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan masukan yang konkret bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang mendukung pengembangan desa wisata dan UMKM kreatif di seluruh Indonesia.
Sumber: dpr.go.id















