Jakarta, PR Politik – Ketua Fraksi PAN DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya dukungan kebijakan anggaran dan regulasi tegas dalam mengatasi persoalan sampah serta lingkungan hidup di Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Fraksi PAN DPR RI bertema “Peran Generasi Muda dalam Perlindungan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan” di Jakarta.
Menurut Putri, pengelolaan sampah hingga kini masih menjadi persoalan serius akibat keterbatasan anggaran di tingkat pemerintah daerah. Ia mendorong adanya kebijakan alokasi anggaran wajib sebesar 3 persen dari APBD untuk memastikan pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebelah mata.
“Kalau tidak ada aturan wajib, biasanya anggaran sampah ditempatkan di prioritas terakhir. Padahal ini masalah mendesak yang langsung berdampak pada kesehatan dan keselamatan masyarakat,” tegas Putri.
Selain persoalan anggaran, Putri juga menyoroti belum maksimalnya penerapan prinsip polluter pays di Indonesia. Prinsip ini mewajibkan pihak yang mencemari atau membuang sampah sembarangan untuk menanggung biaya atas dampak lingkungan yang ditimbulkan.
“Di negara lain, orang takut buang sampah sembarangan karena sanksinya tegas. Di Indonesia, kesadaran itu masih lemah. Karena itu, perlu penerapan polluter pays principle secara konsisten agar ada efek jera,” ujarnya.
Ia mengingatkan, tanpa langkah serius dari pemerintah maupun masyarakat, krisis sampah akan semakin membebani Indonesia. Produksi sampah nasional saat ini mencapai 35 juta ton per tahun, dan mayoritas masih dikelola dengan sistem open dumping yang mencemari lingkungan.
Putri juga menegaskan peran generasi muda sebagai motor perubahan gaya hidup ramah lingkungan sekaligus penggerak kesadaran publik. “Kalau kita mulai dari hal kecil seperti memilah sampah, menggunakan tumbler, mengurangi plastik sekali pakai, itu akan jadi fondasi gerakan besar untuk Indonesia yang lebih bersih,” tutupnya.
Sumber: fraksipan.com















