Jakarta, PR Politik (5/12) – Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Kawasan Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 2 Desember 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita, terutama terkait swasembada pangan, pemerataan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan melalui sektor perikanan.
Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung menuju menara pandang untuk meninjau tambak budidaya ikan nila salin. Dari atas menara, Presiden menyaksikan proses budidaya ikan yang berlangsung di kawasan tersebut.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono kemudian memaparkan informasi melalui display panel mengenai potensi serta produktivitas tambak ikan nila salin di Karawang. Tambak tersebut ditargetkan mampu mencapai produksi 80 hingga 100 ton per hektar per siklus.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program budidaya ini, Presiden bersama Menteri Sakti Wahyu Trenggono dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan melakukan penebaran benih ikan nila salin di salah satu kolam tambak. Penebaran ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tambak serta mendukung implementasi ekonomi biru yang menjadi prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Baca Juga: Ramp Check Digenjot Jelang Nataru, Syafiuddin Asmoro Minta PO Taati Aturan
Presiden Prabowo juga meninjau area pendederan benih ikan nila salin, yang merupakan tahap awal siklus budidaya. Dalam kunjungannya, Presiden menyempatkan diri menyapa warga dan pembudidaya ikan yang berada di sekitar kawasan tambak, mendengarkan aspirasi mereka secara langsung.
Program budidaya ikan nila salin di BLUPPB Karawang memiliki manfaat besar, termasuk mendukung penyediaan makanan bergizi berbasis protein ikan secara gratis bagi masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengatasi stunting serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Kunjungan Presiden menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mengembangkan sektor perikanan budidaya sebagai salah satu pilar ekonomi nasional. Selain itu, program ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di pasar global melalui optimalisasi potensi kelautan dan perikanan.
Sumber: setneg.go.id















